Salat

Tata Cara Salat Sunnah Gerhana (Matahari dan Bulan)

 وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ Artinya: Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya. (QS. 41. Fussilat; […]

Tata Cara Salat Sunnah Gerhana (Matahari dan Bulan) Read More »

Tata Cara Salat Sunnah Ied (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha)

Diriwayatkan dari Ummu \’Atiyah Radiallahu Anha. ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam. memerintahkan kami keluar pada \’Idul Fitri dan \’Idul Adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari musala tempat salat Ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan dakwah kaum muslimin (mendengarkan khotbah). Saya berkata:

Tata Cara Salat Sunnah Ied (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha) Read More »

Tata Cara Salat Sunnah Witir

Ibnu Umar Radiallahu Anhu meriwayatkan, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jadikanlah salat witir sebagai akhir dari salat malam kalian.” (HR. Bukhari Muslim) Rasullullah bersabda “Sesungguhnya Allah adalah Esa dan menyukai yang ganjil, karena itu, berwitirlah kalian wahai para ahli al-Quran.” (HR. at-Tirmidzi) Rasulullah bersabda \”witir itu adalah hak setiap muslim, siapa yang lebih suka

Tata Cara Salat Sunnah Witir Read More »

Tata Cara Salat Sunnah Hajat

Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi. Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana…. (HR at-Tirmidzi dan Ibn Majah) Seorang buta datang kepada Nabi lalu

Tata Cara Salat Sunnah Hajat Read More »

Bacaan Bilal dan Jawaban Jamaah dalam Salat Tarawih

Bacaan Bilal dan Jamaah Setelah Salat Isya (bersama-sama) سُبْحَانَ المَلِكُ المَعْبُوْدْ, سُبْحَانَ المَلِكُ الْمَوْجُوْدِ, سُبْحَانَ الْمَلِكُ اْلحَيُّ الَّذِى لَايَنَامُ وَلَا يَمُوْتُ وَلَايَفُوْتُ اَبَدًا, سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكةُ وَالرُّوْحُ, سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِله ِ وَلاَ اِلَهَ اِلَّااللهِ وَاللهُ اَكْبَرْ, وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ العَظِيْمِ Subbaanal malikil ma\’buudi, subhaanal malikil maujuudi, subhaanal malikil hayyil ladzii laayanaamu

Bacaan Bilal dan Jawaban Jamaah dalam Salat Tarawih Read More »

Bacaan Bilal dalam Salat Jumat

Alasan adanya Dua Adzan dalam salat Jumat Pada masa Rasulullah, Abu Bakar dan Umar, adzan Jumat dilaksanakan sekali saja, sebagaimana riwayat: عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ ابْنِ أُخْتِ نَمِرٍ قَالَ: لَمْ يَكُنْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مُؤَذِّنٌ وَاحِدٌ فِي الصَّلَوَاتِ كُلِّهَا فِي الْجُمُعَةِ وَغَيْرِهَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ، قَالَ: كَانَ بِلَالٌ يُؤَذِّنُ إِذَا جَلَسَ رَسُولُ

Bacaan Bilal dalam Salat Jumat Read More »

Tata Cara Salat Sunnah Rawatib

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah salat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, “Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (salat) sunnah?” Jika memiliki amalan salat sunnah, sempurnakan amalan salat fardhu dengan amal salat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal

Tata Cara Salat Sunnah Rawatib Read More »

Doa Setelah Salat Fardhu

Setelah salat fardhu kita dianjurkan untuk berdzikir dan memanjatkan doa. Berikut tuntunan doa setelah salat: Membaca isighfar 3 kali: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣ \”Astagfirullah hal\’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa\’atubuubuh ilaiih.\” لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى

Doa Setelah Salat Fardhu Read More »

Ketentuan Salat Jamaah

Salat jama\’ah ialah salat bersama, sekurang-kurangnya terdiri dari dua orang, yaitu imam dan makmum. Hukumnya sunnah, dan cara mengerjakannya ialah yang berdiri didepan disebut imam, dan dibelakangnya adalah makmum. Makmum harus mengikuti setiap gerakan salat yang dilakukan oleh imam dan tidak boleh mendahuluinya. وَاَقِيْمُواالصَّلَاةَ وَاَتُواالذَّكَاةَ وَارْكَعُوْامَعَ الرَّاكِعِيْنَ Wa aqiimush-shalaata wa aatuz-zakaata warka\’uu ma\’arraaki\’iin. \”Dan dirikanlah

Ketentuan Salat Jamaah Read More »

Scroll to Top