Tata Cara Salat Sunnah Tahiyyatul Masjid

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalat tahiyyatul masjid ialah shalat sunnah yang dikerjakan oleh seseorang yang sedang masuk ke masjid dan dilakukan sebelum duduk, baik pada hari Jum\’at maupun lainnya, diwaktu malam atau siang, untuk menghormati masjid dan Pemiliknya Yang Maha Luhur. Salat ini mempunyai aturan secara khusus, yaitu harus dilakukan di masjid. Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari memberi penjelasan bahwa Rahbatul Masjid (Halaman Masjid) masih terhitung sebagai bangunan yang berada didepan masjid dan tidak terpisah dengan masjid, maka bangunan tersebut masih dikategorikan masjid. Sedangkan apabila bangunan tersebut terpisah dengan masjid maka tidak dikategorikan sebagai masjid.

Kesunahan shalat sunah tahiyatul masjid menjadi hilang ketika masuk masjid langsung duduk, baik lama ataupun sebentar. Kalau lupa atau tidak tahu dibolehkan langsung berdiri mengerjakan shalat sunah tahiyatul masjid, dengan syarat duduknya tidak terlalu lama. (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009, halaman 67).

Niatnya adalah sebagai berikut:

      أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ تَعَاَلَى

Ushalli tahiyyatal masjid rak’ataini sunnatan lillâhi ta’ala.

“Saya shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Salat Tahiyatul Masjid tidak dianjurkan dilaksanakan, ketika memasuki masjid saat imam shalat fardhu telah memulai shalat jamaah, atau sudah mendekati pelaksanaan shalat jamaah, misalnya ketika iqamah sudah dikumandangkan. Karena akan menyebabkan ketertinggalan dalam salat fardhu. Atau ketika memasuki Masjidil Haram (Makkah) sebelum melakukan thawaf. Serta pada hari Jumat saat pembacaan khutbah hampir selesai.

Doa hendak pergi ke Masjid

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ خَلْفِى نُورًا وَأَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا اللَّهُمَّ وَأَعْظِمْ لِى نُورًا

“Allahummaj’al fii qolbiy nuuron, waj’al fii lisaaniy nuuron, waj’al fii sam’iy nuuron, waj’al fii bashoriy nuuron, waj’al kholfiy nuuron, wa amamaamiy nuuron, waj’al min fawqiy nuuron wa min tahtii nuuron. allahumma a’zhim lii nuuron.”

“Ya Allah, berikanlah cahaya di hatiku, lisanku, pendengaranku, penglihatanku, di belakangku, di hadapanku, di atasku dan di bawahku. Ya Allah, berikanlah aku cahaya.” (HR. Abu Daud, no. 1353. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini sahih)

Doa Masuk Masjid

بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

\”Bismillah wassalaamu \’ala rosulillah. Allahumaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik.\”

“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu.” (HR. Ibn Majah, no. 771 dan at-Tirmidzi, no. 314. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Doa Keluar Masjid

بِسْمِ اللَّهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذُنُوبِى وَافْتَحْ لِى أَبْوَابَ فَضْلِكَ

\”Bismillah wassalaamu \’ala rosulillah. Allahumaghfir lii dzunuubi waftahlii abwabaa fadhlik.\”

“Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu karunia-Mu.” (HR. Ibn Majah, no. 771 dan at-Tirmidzi, no. 314. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Atau:

أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

A‘ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakan lah bagiku segala pintu kemurahan-Mu,”

Demikian, semoga dapat bermanfaat.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Risalah Tuntunan Salat Lengkap / Drs. Moh Rifa’i. Semarang : CV. Toha Putra. 1976. h.85-86

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top