Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian salat dua rakaat (salat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi. Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana…. (HR at-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Seorang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, \”Berdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.\” Beliau shallallahu \’alaihi wa sallam mengatakan, \”Apabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendo\’akanmu.\” Orang itu pun mengatakan, \”Do\’akanlah.\” Nabi shallallahu \’alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, \”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafa\’atnya untukku.\” (HR Ibnu Majah)
Salat hajat ialah salat sunat yang dikerjakan karena mempunyai hajat agar diperkenankan hajatnya oleh Tuhan. Salat sunat hajat dikerjakan 2 rakaat, 4, 6, 8, 10 sampai 12 raka\’at, dengan tiap-tiap dua rakaat salam, kemudian berdo\’a memohon sesuatu yang menjadi hajatnya. Berikut adalah niat salat hajat:
أُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatal hajati rok’ataini lillaahi ta’alaa
Aku berniat salat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala
Doa Setelah Salat Hajat
Setelah salat kita dianjurkan untuk berdzikir terlebih dahulu. Sebelum berdoa memanjatkan hajat.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullaahal ‘azhiim 100x
Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Besar /Agung
Atau yang lebih lengkap lagi seperti ini :
اَسْتَغْفِرُاللهَ رَبِّي مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullaha Robbii min kulli dzanbin wa atuubu ilaih 100x
Aku Memohon ampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu
Kemudian membaca salawat kepada nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ الرِّضَا وَارْضَ عَنْ اَصْحَابِ الرِّضَاالرِّضَا
Allahumma sholli ‘alaa muhammadin sholaatar-ridhoo wardho ‘an ashaabir-ridhor-ridhoo 100x
Yaa Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat sahabat sekalian
Lalu berdoa:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.
Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, pemelihara Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, melainkan Engkau ampuni. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya berikanlah jalan keluar. dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang. (HR. at-Tirmidzi)
Atau
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ وَاَتَوَجَّهُ اِلَيْكَ بِمُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّد اِنِّى قَدْ تَوَجَّهْتُ بِكَ اِلَى رَبِّى فِى حَاجَتِى هَذِهِ لِتَقْضَى. اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِي
Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. allahumma fa syaffi’hu fiyya.
Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyur Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad) memberikan syafaatnya kepadaku. (HR. at-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Lalu bersujud sambil memohon apa yang kita hajatkan. Seraya memperbanyak baca :
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzdzhalimin.
Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. (QS. 21. al-Anbiya; 87)
Salat hajat ini dilaksanakan dalam semalam, atau 3 sampai 7 malam (seminggu), tergantung pada penting dan urgensinya serta tingkat kesulitan maksud kita ini. Insya Allah hajat kita ini terkabul.
Demikian, semoga dapat bermanfaat.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Risalah Tuntunan Salat Lengkap / Drs. Moh Rifa’i. Semarang : CV. Toha Putra. 1976. h.101-104
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.