Tata Cara Iqamah

Iqamah secara istilah maknanya adalah pemberitahuan atau seruan bahwa salat akan segera didirikan dengan menyebut lafazh-lafazh khusus. Syarat dan hukum iqamah sama dengan hukum adzan, dan orang yang mengumandangkan iqamah tidak harus sama dari orang yang mengumandangkan adzan.

Iqamah sunnah diucapkan agak cepat dan dilakukan dengan suara agak rendah dari pada adzan. Iqamah terdiri dari sebelas kalimat (HR. Abu Daud (499), At-Tirmidzi (189), Ibn Majah (706)) yaitu :

(٢x) اَللهُ أَكْبَرُ 

Allâhu Akbar (2x) (Allah Maha Besar)

(١x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ 

Asyhadu allâ ilâha illallâh (1x) (Aku Bersaksi Tiada Tuhan selain Allah)

(١x) أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ 

Asyhadu anna Muhammadar rasûlullâh (1x) (Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah)

(١x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ 

Hayya \’alash shalâh (1x) (Marilah laksanakan salat)

(١x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ 

Hayya \’alal falâh (1x) (Marilah menuju kepada kejayaan)

 (٢x) ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ

Qad qaamatish-shalaah (2x) (Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan salat)

(٢x) اَللهُ أَكْبَرُ   

Allâhu Akbar (2x) (Allah Maha Besar) 

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ 

Lâ ilâha illallâh (1x) (Tiada Tuhan selain Allah)

Apabila Anda mendengar suara Iqamah, maka ucapkanlah kembali sama seperti yang diucapkan muadzin, kecuali pada kalimah (٢x) ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ Qad qaamatish-shalaah (2x) (Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan salat), Anda dianjurkan membaca :

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا وجعلنى من صالحي اهلها

Aqaamahallaahu wa-adaamahaa wa ja’alani min shalihi ahliha

Semoga Allah mendirikannya (salat) serta mengekalkannya dan semoga Allah menjadikan aku termasuk golongan orang yang sebaik-baiknya ahli salat.”

Jika sesudah iqamah masih ada waktu, maka disunnahkan membaca doa setelah iqamah ialah:

وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآتِهِ سُؤْلَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اللّٰهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ صَلِّ

Allahumma Rabba hadzihi ad-da’wati at-tâmmati, wa ash-shalâti al-qâimati, shalli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin wa âtihi su’lahu yaumal qiyâmah.

“Ya Allah Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan salat yang tetap didirikan, curahkan rahmat serta salam kepada Nabi Muhammad dan berikan padanya permintaannya di hari kiamat.”

Adzan dan Iqamah dapat dikumandangkan untuk keperluan diluar salat seperti mengumandangkannya pada telinga anak baru lahir (adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri), atau mengusir setan.

Demikian, semoga dapat bermanfaat.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Risalah Tuntunan Shalat Lengkap / Drs. Moh Rifa’i. Semarang : CV. Toha Putra. 1976. h.28-33

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top