Surah ini terdiri dari 8 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Dinamakan at-Tin, atau wa at-Tin, berarti ‘buah Tin’, diambil dari ayat pertama. Merupakan wahyu ke-28 dari segi turunnya, sesudah surah al-Buruj dan sebelum surah Quraisy.
Tema utamanya adalah uraian tentang manusia dan keniscayaan adanya pembalasan dan ganjaran yang akan diterima di Hari Kiamat nanti. Allah Subhanahu Wa Ta\’ala telah menciptakan manusia kedalam bentuk yang sempurna, namun manusia tidak mudah bertahan dalam kesempurnaannya. Boleh jadi, ia kembali dalam keadaan hina, kecuali yang menjaga dirinya dengan iman dan amal saleh.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I menilai tujuan surah ini adalah rahasia dari surah Alam Nasyrah, yaitu pembuktian kuasa Allah Subhanahu Wa Ta\’ala yang sempurna. Penciptaan buah Tin dan Zaitun, demikian juga isyarat tentang kenabian, menunjukkan kuasa-Nya. Dengan penekanan tentang kejadian manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya yang merupakan ciptaan-Nya yang paling mengagumkan.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.