Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk ke dalam golongan surah Makkiyah. Dinamai an-Naba ’ yang berarti ‘Berita Besar’, diambil dari ayat 2. Ada juga yang menambahkan kata al-‘Azhim. Ia dinamai juga surah ‘Amma Yatasa’alun dan ada yang mempersingkatnya dengan menamainya surah ‘Amma. Nama-nama yang lain adalah surah at-Tasa’ul, juga aI-Mu ‘shirat. Nama-nama tersebut diangkat dari ayat pertama dan kedua surah ini.
Merupakan surah ke-80 dari segi perurutan turunnya surah -surah al-Qur’an, sesudah surah al-Ma‘arij dan sebelum surah an-Nazi‘at. Jumlah ayat-ayatnya menurut cara perhitungan ulama Madinah, Syam dan Bashrah sebanyak 40 ayat, sedang menurut perhitungan Ulama Mekah dan Kufah sebanyak 41 ayat.
Surah ini mengandung uraian tentang hari Kiamat dan bukti-bukti kuasa Allah Subhanahu Wa Ta\’ala untuk mewujudkannya. Dibuktikan melalui penciptaan alam raya yang demikian hebat serta sistem yang mengaturnya. Kesemuanya menunjukkan adanya Pembalasan pada hari Kemudian yang ditetapkan-Nya. Celakalah mereka yang mengingkari dan berbahagialah mereka yang beriman.
Tujuan utama surah ini menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I adalah pembuktian tentang keniscayaan hari Kiamat, yang merupakan suatu hal yang tidak dapat diragukan sedikit pun. Allah Sang Pencipta yang Maha Bijaksana dan Maha Kuasa. Dia mengatur dan mengendalikan manusia sesempurna mungkin. Allah menyediakan tempat tinggal (bumi) yang sesuai bagi kelangsungan hidup dan keturunan mereka. Apa yang Allah sediakan itu demikian sempurna sehingga manusia tidak membutuhkan lagi sesuatu yang tidak tersedia. Itu pulalah yang menciptakan hubungan harmonis antar sesama.
Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Kuasa itu tidak mungkin membiarkan hamba-hamba-Nya hidup saling menganiaya, menikmati rezeki-Nya tetapi menyembah selain-Nya, tanpa melakukan hisab (perhitungan) atas perbuatan-perbuatan mereka. Dia adalah Pemberi Putusan bahkan sebaik-baik Pemberi putusan. Pengabaian manusia sama sekali tidak dapat diterima akal bahkan terbesit dalam benak sedikitpun. Perhitungan atas manusia adalah sesuatu yang pasti. Nama surah ini an-Naba’ (berita yang penting) dan ‘Amma Yatasa’alun menunjukkan dengan sangat jelas tujuan tersebut. Ini terlihat dengan memperhatikan ayat-ayatnya, serta awal dan akhir uraiannya. Demikian penjelasan al-Biqa‘i.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.