Mukaddimah Qur’an Surah 76. al Insan

Surah ini terdiri dari 31 ayat, dinamakan al-Insan yang berarti ‘Manusia’, diambil dari ayat pertama. Kumpulan ayat-ayat surah ini diperselisihkan oleh ulama mengenai masa turunnya, antara yang berpendapat bahwa surah ini seluruhnya Makkiyah dan yang mengatakan Madaniyah seluruhnya. Pendapat lain mengatakan bahwa sebagian surah ini Makkiyah dan sebagian lainnya Madaniyah.

Tetapi mayoritas ulama berpendapat bahwa surah ini Makkiyah. Kandungan uraiannya sangat sejalan dengan ayat-ayat Makiyah. Memang ada ayat yang terkesan berbicara tentang situasi di Madinah yaitu ayat delapan. Di sana ada kata (اَسِيْرًا) asir yang dipahami dalam arti tawanan perang, sedang peperangan antara kaum muslimin dan lawan-lawan mereka baru terjadi di Madinah.

Namun demikian menurut Prof M. Quraish Shihab, kata tersebut tidak harus diartikan tawanan perang. Bisa saja dalam arti orang yang ditawan, dalam hal ini adalah hamba sahaya yang diperlakukan kasar dan dihalangi kebebasannya. Mereka yang demikian ini halnya cukup banyak pada periode Mekah, seperti Bilal dan ‘Ammar Ibn Yasir Radiallahu Anhu.

Surah ini merupakan surah yang ke 30 atau ke 31 dari segi perurutan turunnya surah-surah al-Qur’an. Ada yang berpendapat bahwa ia turun sebelum surah al-Qiyamah. Yang berpendapat bahwa surah ini Madaniyah menilainya sebagai surah ke 98 yang turun sebelum surah ath-Thalaq dan sesudah surah ar-Rahman.

Nama surah ini yang paling populer adalah surah al-Insan. Kata tersebut ditemukan pada awal ayatnya. Pada masa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, surah ini lebih dikenal dengan nama Hal Ata ‘ala al-Insan yang merupakan rangkaian kata-kata paruh pertama ayatnya yang pertama. Ada juga yang menamainya Surah ad-Dahr. Nama lain untuknya adalah surah al-Amsyaj karena kata tersebut hanya ditemukan sekali dan dalam surah ini saja.

Tema utama surah ini adalah peringatan kepada manusia tentang dirinya yang pernah tidak wujud kemudian menjadi mani dan beranjak dewasa. Serta kewajibannya mengabdi kepada Allah dan balasan serta ganjaran yang disediakan Allah bagi yang taat dan durhaka. Surat ini kemudian diakhiri dengan penjelasan bahwa masuknya seseorang ke dalam surga bukan hanya karena amalnya, tetapi lebih banyak karena Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta\’ala

Sayyid Quthub berpendapat bahwa surah ini adalah ajakan yang sangat lembut menuju ketaatan kepada Allah. Berlindung kepada-Nya, memohon ridha-Nya, mengingat nikmat-Nya menghindari siksa-Nya serta waspada terhadap cobaan-Nya.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini adalah peringatan kepada manusia menyangkut apa yang diuraikan pada surah sebelum ini yakni surah al-Qiyamah yaitu adanya kehadiran kepada Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. untuk menerima balasan dan ganjaran. Tujuan ini dibuktikan melalui nama surah ini  al-Insan dengan jalan memperhatikan awal dan tujuan penciptaannya, sebagaimana ditunjuk juga oleh namanya yang lain yaitu ad-Dahr dan al-Amsyaj.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya..


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top