Surah ini terdiri dari 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Dinamakan al-Qiyamah yang berarti ‘Hari Kiamat’, diambil dari ayat pertama. Namanya Surah al-Qiyamah karena ayatnya yang pertama adalah sumpah menyangkut keniscayaan Kiamat, kandungannya juga menguraikan tentang Kiamat.
Merupakan surah yang ke 31 dari segi perurutan turunnya surah-surah al-Qur’an, sesudah surah al-Qari‘ah dan sebelum surah al-Humazah. Jumlah ayat-ayatnya menurut cara perhitungan banyak ulama sebanyak 39 ayat sedang menurut ulama Kufah sebanyak 40 ayat.
Sayyidina Umar Radiallahu Anhu, berkata: “Siapa yang bertanya tentang Kiamat atau mgin mengetahui hakikat kejadiannya, maka hendaklah dia membaca surah ini.” Ada juga yang menamainya Surah La Uqsimu. Pada hari itu, setiap orang menerima catatan amal yang diperbuat di dunia yang kemudian dibalas dengan adil dan sempurna. Hendaknya seorang yang beriman mempersiapkan dirinya.
Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i tujuan utama surah ini adalah membuktikan keagungan al-Muddassir yakni Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, yang diperintahkan untuk menyampaikan peringatan (QS. 74. Al Muddassir; 1-2). Keagungan itu bersumber dari keagungan yang mengutusnya serta kesempurnaan kekuasaan-Nya. Allah Yang Maha Kuasa, yang menyingkapkan kepada Rasulullah pengetahuan-pengetahuan sehingga menjadi sangat jelas. Yaitu melalui apa yang dijelaskan pada akhir surah yang lalu yang menyatakan bahwa al-Qur’an adalah peringatan yang agung, apalagi dengan kandungannya yang amat luhur, maknanya yang sangat jelas, serta lafal dan gayanya yang sangat mempesona.
Menurut Sayyid Quthub surah ini memenuhi jiwa seseorang dengan sangat kuat dan dengan gaya yang unik yang menjadikan surah ini memiliki ciri Qur’ani tersendiri, baik dalam gaya redaksinya, ataupun gaya ritmenya. memenuhi jiwa manusia dengan aneka hakikat, pengaruh serta gambaran dan peristiwa yang ada di dalamnya.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya..
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.