Mukaddimah Qur’an Surah 7. al A’raf

Surah al-A‘raf adalah surah yang turun sebelum Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam berhijrah ke Madinah. Ia terdiri dari 206 ayat, keseluruhannya turun di Mekah (Makkiyah). Ada juga sebagian ulama mengecualikan ayat-ayat 163-170. Penamaan surah ini dengan al-A‘raf karena kata tersebut merupakan kata satu-satunya dalam al-Qur’an (ayat 46). Ada juga yang memperkenalkannya dengan nama Alif Lam Shad, sesuai pada ayat pertamanya.

Nama a l-A‘raf telah dikenal sejak masa Nabi. Pakar hadits an-Nasa’i meriwayatkan, bahwa Urwah Ibn Zaid Ibn Tsabit berkata kepada Marwan Ibn al-Hakam: “Mengapa saya melihat anda membaca surah-surah pendek pada waktu maghrib, sedang saya melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam membaca yang terpanjang dari dua surah yang panjang?” Marwan bertanya: ‘Apakah surah terpanjang dari dua yang panjang?’ Urwah menjawab: “al-A‘raf”. Aisyah Radiallahu Anha juga meriwayatkan bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasalam. membaca surah al-A‘raf ketika shalat maghrib. Beliau membagi bacaannya dalam dua rakaat. (HR. an-Nasa’i).

Tidak diperoleh informasi akurat tentang masa turunnya surah ini. Tetapi, disepakati bahwa surah ini turun di Mekah, dan agaknya setelah berlalu sekian lama dari awal masa kenabian, karena para ulama menyatakan bahwa surah-surah yang pendeklah yang terlebih dahulu turun dalam periode Mekah itu.

Surah ini mencakup berita tentang penciptaan manusia yang diawali dengan terciptanya Adam dan Hawa serta alasan mengapa mereka dikeluarkan dari surga, aitu karena ditipu oleh iblis. Dalam hal ini, kita diingatkan bahwa setan akan selalu menjadi sumber petaka bagi diri manusia. Disamping itu, dibeberkan pula cerita para Nabi yang berjuang menegakkan kalimat tauhid yang selalu ditentang kaumnya.Surah ini diakhiri dengan riwayat Nabi Musa dan Fir’aun.

Kandungan surah ini merupakan rincian dari sekian banyak persoalan yang diuraikan oleh surah al-An‘am, khususnya menyangkut kisah beberapa nabi.  Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat, bahwa tujuan utamanya adalah peringatan terhadap siapa saja yang berpaling dari ajakan dalam surah al-An\’am, yakni ajakan ber-Tauhid, kebajikan, dan kesetiaan pada janji, serta ancaman terhadap siksa di dunia ataupun kelak di akhirat. Menurut beliau,bukti yang terkuat menyangkut tujuan tersebut adalah nama surah ini “al-A‘raf”. Al-A‘raf adalah tempat yang tinggi di surga.  Mempercayai al-A‘raf mengantar seseorang berada di tempat yang tinggi itu, dimana ia dapat mengamati surga dan neraka dan mengetahui hakikat apa yang terdapat di sana.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top