Surah ini terdiri dari 52 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Dinamakan al Haqqah yang berarti ‘Hari Kiamat’, diambil dari ayat pertama. Surah ini dinilai oleh sebagian ulama sebagai surah yang ke 77 dari segi perurutan turunnya, sesudah surah Tabarak dan sebelum surah al-Ma‘arij. Ada juga yang mengatakan sesudah al-Mulk.
Nama lainnya adalah al-Wa\’iyah yang terambil dari kata pada ayat ke 12. Ada juga yang menamainya Surah as-Silsilah karena kata tersebut ditemukan pada ayat ke 32.
Imam Ahmad ibn Hanbal meriwayatkan bahwa Sayyidina Umar Radiallahu Anhu berkata: “Suatu ketika di Mekah aku keluar untuk menghadang Rasulullah — sebelum aku memeluk Islam. Aku mendapati beliau telah mendahuluiku ke Masjid al-Haram, maka aku berdiri di belakangnya lalu kudengar beliau membuka shalatnya (dengan membaca) surah al-Haqqah. Aku merasa takjub dengan susunan al-Qur’an. Maka aku berkata (dalam hatiku): “Ini — demi Allah — adalah penyair, lalu kudengar beliau membaca: Dan bukanlah ia (al-Qur’an) perkataan seorang penyair (ayat 41). Lalu aku berkata (dalam hatiku): “Tukang tenung.” Lalu beliau membaca: Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya (ayat 42) sampai akhir surah. Ketika itu Islam menyentuh hatiku pada setiap relungnya”
Riwayat diatas menandakan bahwa surah al- Haqqah turun sebelum tahun kelima hijrah, karena Umar Ibn al-Khaththab memeluk Islam setelah berhijrahnya kaum muslimin ke Habasyah (Ethiopia) yang terjadi pada tahun kelima sebelum hijrah Nabi ke Madinah.
Tema utama surah ini adalah gambaran tentang kedahsyatan hari Kiamat serta ancaman kepada mereka yang meragukan keniscayaannya. Hal ini dikisahkan melalui azab yang diterima kaum Samud, ‘Ad, Fir’aun dan Nuh, serta berbagai kaum yang mendustakan Rasul yang datang pada mereka. Harta, kedudukan dan sesembahan yang mereka andalkan tidak berfungsi kelak di hari Kemudian.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i secara singkat menyatakan bahwa tujuan utama surah ini adalah penyucian Allah melalui pembangkitan makhluk untuk menetapkan kebenaran dan membinasakan kebatilan dengan jalan membuktikan betapa luas ilmu Allah, baik yang berkaitan dengan hal-hal yang besar maupun yang kecil dan detail. Serta betapa sempurna kuasa-Nya atas segala wujud sambil menunjukkan keadilan-Nya terhadap seluruh makhluk, baik yang muslim maupun yang durhaka. Demikian al-Biqa‘i yang kemudian menjadikan namanya ‘al-Haqqah’ sebagai bukti tujuan utama itu. Memang kata al-Haqqah dapat berarti kepastian terjadinya hari Kiamat tanpa sedikit keraguan pun atau nampaknya secara jelas hakikat segala sesuatu.
Sayyid Quthub menulis bahwa surah ini adalah surah yang sungguh dahsyat lagi menakutkan. Sejak awal hingga akhirnya surah ini menggedor perasaan dan menampakkan kepadanya kengerian yang luar biasa serta keseriusan yang pasti. Itu ditemukan dari satu kisah ke kisah yang lain. Surah ini secara kesuluruhan mencampakkan dengan keras dalam perasaan satu hal pokok yaitu bahwa persoalan agama dan akidah adalah persoalan yang sangat serius, tiada tempat bagi senda gurau. Keseriusan di dunia, di akhirat, keseriusan ketika dilakukan penimbangan amal dalam rangka hisab/perhitungan Ilahi.
Tiada tempat menoleh di sini atau di sana, banyak atau sedikit. Siapa pun yang menoleh/membelakanginya, maka ia telah mengundang murka Allah yang pasti. Walaupun yang menoleh itu adalah Rasulullah, karena persoalan ini lebih besar dari Rasul, lebih besar dari seluruh manusia. Dia adalah al-Haq. Haq al-Yaqin yang bersumber dari Rabbul ‘Alamin. Demikian penjelasan Sayyid Quthub.
Mungkin \’menoleh\’ yang dimaksud Sayyid Quthub adalah terkait QS. 67 al Qalam;9 agar Nabi tidak bersikap lunak terhadap orang kafir. Karena kalau Nabi bersikap lunak tentu akan terkena murka Allah.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.