Surah ini terdiri dari 44 ayat, termasuk pada golongan surah Makkiyah. Dinamakan al-Ma’arij yang berarti ‘Tempat Naik’, yang diambil dari ayat 3. Sebagai surah yang ke 78 dari segi perurutan turunnya Surah al-Qur’an, sesudah surah al-Haqqah dan sebelum surah an-Naba’
Ada yang mengecualikan ayat 24, tetapi pendapat ini tidak dinilai kuat. Dalam kitab-kitab sunnah, surah ini dinamai Surah Sa’ala Sa’il(un), sedang dalam berbagai Mushhaf, namanya adalah Surah al-Ma‘arij. Ada juga riwayat yang menamainya Surah al-Waqi\’ (bukan al-Waqi‘ah). Ketiga nama itu terambil dari kata-kata yang terdapat dalam ayat-ayatnya.
Tema utama surah ini adalah pembuktian tentang keniscayaan kiamat serta peringatan terhadap mereka yang mengingkarinya sambil menggambarkan kedahsyatannya. Demikian lebih kurang Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i, Thahir Ibn ‘Asyur dan Sayyid Quthub.
Adapun mereka yang tekun menjalankan salat, membayar zakat, dan bersiap menghadapi Kiamat, menjaga kehormatan serta janji dan amanat, akan mendapat tempat yang bahagia dan terhormat.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.