Mukaddimah Qur’an Surah 66. at Tahrim

Surah ini terdiri dari 12 ayat, termasuk ke dalam golongan surah Madaniyah. Dinamakan at-Tahrim yang berarti  ‘Mengharamkan’, diambil dari ayat pertama. Surah yang ke 105 dari segi perurutan turunnya surah-surah al-Qur’an, sesudah surah al-Hujurat dan sebelum surah al-Jumu\’ah.

Dalam beberapa kitab riwayat, ia dinamai surah al-Lima Tuharrim (dengan hamzah istifham dan tasydid pada lam). Demikian antara lain disebut dalam buku al-Itqan karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Ada juga yang menamainya surah an-Nabiy. Kesemua penamaan itu bersumber dari ayat pertama surah ini yang menggunakan kata-kata tersebut.

Sebab turun surah ini menurut mayoritas ulama adalah kasus yang terjadi pada diri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam ketika beliau meneguk madu di rumah salah seorang istri beliau, (yang dalam berbagai riwayat adalah Zainab binti Jahsy). Keberadaan beliau di sana dalam waktu yang mereka nilai relatif lama dan dengan jamuan itu menimbulkan kecemburuan istri beliau yakni ‘Aisyah dan Hafsah, yang keduanya kemudian bersepakat bahwa bila Nabi datang mengunjungi mereka, maka mereka akan menyampaikan kepada beliau bahwa ada aroma kurang baik dari mulut beliau, boleh jadi karena makanan tertentu.

Rasulullah yang kemudian masuk ke rumah Hafsah Radiallahu Anha diberitahu demikian, lalu menyatakan bahwa beliau hanya meneguk madu. Hafshah berkata bahwa boleh jadi lebah madu itu mengisap dari pohon maghafir yakni sejenis pohon bergetah dan manis tetapi beraroma serupa dengan aroma minuman keras. Nabi akhirnya berjanji untuk tidak lagi meneguknya. Nabi juga berpesan agar tidak menyampaikan hal ini kepada ‘Aisyah Radiallahu Anha. Tetapi ternyata Hafshah menyampaikannya sehingga turunlah ayat-ayat surah ini.

Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa sebab turunnya adalah peristiwa di mana Rasulullah masuk ke kamar Hafsah bersama Mariyah al-Qibthiyyah. Kejadian ini bermula ketika Hafsah meminta izin menjenguk orang tuanya. Dan ketika Hafsah kembali dan menemui mereka di sana, ia sambil menggerutu menyatakan: “Engkau — wahai Nabi — tidak memasukkannya ke rumahku, kecuali karena engkau merendahkan diriku.” Nabi kemudian berjanji untuk tidak lagi akan menggauli Mariyah dan berpesan kepada Hafshah agar tidak menyampaikan peristiwa itu kepada ‘Aisyah. Tetapi Hafsah menyampaikannya dan turunlah ayat-ayat surah ini. Demikian lebih kurang diriwayatkan oleh ad-Daraquthni. Tetapi riwayat ini dinilai lemah oleh ulama-ulama hadits.

Yang jelas ayat-ayat surah ini turun berkaitan dengan janji Nabi kepada istri beliau Hafsah untuk tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terlarang beliau lakukan, dan yang tujuannya adalah untuk menyenangkan hati istri-istri beliau. Adalah suatu keharusan untuk menjaga diri dan keluarga dari neraka dan segala macam azab. Disamping itu surah ini juga mengajarkan agar kita senantiasa bertobat dan mendekatkan diri kepada-Nya, juga perintah untuk bersikap tegas kepada kaum kafir.

Tema utamanya menurut Ibn ‘Asyur adalah tuntunan agar seseorang tidak menghalangi dirinya melakukan sesuatu yang dibenarkan Allah hanya dengan alasan untuk menyenangkan pihak lain, karena hal tersebut bukanlah kemaslahatan baginya dan bagi orang lain itu.

Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i, tujuannya adalah dorongan untuk selalu memperhatikan sopan santun kepada Allah dan Rasul serta seluruh hamba-hamba Allah. Juga mengajak untuk berprilaku sesuai tuntunan agama yakni berinteraksi dengan baik, khususnya dengan wanita, yakni dengan meneladani Nabi dalam tata krama pergaulannya dan keharmonisan hubungannya. Ia juga mengandung penjelasan tentang etika agama dalam pergaulan yakni sekali dengan kesabaran dan lemah lembut dan pada kesempatan lain dengan tegas. Namanya at-Tahrim dan an- Nabiy mengisyaratkan tujuan utama tersbut.

Sayyid Quthub mengomentari surah ini antara lain dengan menggarisbawahi bahwa Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. menjadikan kehidupan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasalam. Baik yang bersifat pribadi maupun umum, menjadikannya sebagai satu kitab yang terbuka untuk seluruh umatnya. Di sana Anda dapat membaca aneka persoalan akidah serta bagaimana penerapannya dalam masyarakat. Tidak ada sesuatu pun yang disembunyikan atau dirahasiakan.

Banyak sekali persoalan menyangkut hal tersebut yang diungkap al-Qur’an. Kitab suci ini membeberkan apa yang biasa ditutup-tutupi oleh manusia biasa. Al-Qur’an membukanya walaupun mengandung sisi-sisi kelemahan manusiawi yang tidak dapat dielakkan manusia. Surah ini membuka lembaran kehidupan rumah tangga Rasulullah. dan gambaran tentang perasaan-perasaan serta pemenuhan tuntutan keinginan manusiawi yang terdapat antar istri-istri beliau dan antar beliau dengan mereka. Surah ini juga menggambarkan dampak dari perasaan dan pemenuhan itu dalam kehidupan masyarakat Islam serta tuntunan umum kepada umat yang lahir dari apa yang terjadi di rumah tangga Rasul saw. itu. Demikian penjelasan Sayyid Quthub.

Prof M. Quraish Shihab, mengatakan bahwa kehidupan Rasul secara keseluruhan adalah teladan dan pelajaran, karena itu ia tidak wajar ditutup-tutupi. Karena itu jika ada sikap atau ucapan beliau yang tidak mencapai puncak keistimewaan, maka Allah menegur. Di sisi lain, karena banyaknya yang harus dipelajari dan diteladani dalam kehidupan pribadi itu, maka diperlukan banyak orang yang menyaksikannya untuk disampaikan kepada yang tidak mengetahuinya. Inilah salah satu hikmah dari poligami Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Masing-masing istri memberi informasi, dan perlu dicatat bahwa walaupun mereka banyak dan saling cemburu-mencemburui, namun tidak ada satu informasi dari mereka itu yang mengandung gambaran negatif terhadap kehidupan khusus Nabi, seperti yang ada pada Qs. 4. an-Nisa’;3

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.

.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top