Surah ini terdiri dari 13 ayat, yang masuk dalam kategori Madaniyah. Surah ke 92 dari segi perurutan surah al-Qur’an sesudah surah al-Ma’idah dan sebelum surah an-Nisa’. Ada juga yang mengatakan turun setelah al Ahzab. Dinamakan al-Mumtahanah yang berarti ‘Perempuan yang Diuji’, diambil dari ayat 10.
Ada juga yang mengatakannya sebagai surah al-Mumtahinah/ Penguji dengan mengkasrah-kan huruf ha. Penamaan ini berdasar ayat 10 yang memerintahkan untuk menguji, sehingga bagaikan berfungsi sebagai penguji. Tetapi dengan melihat pada siapa yang diuji, dalam konteks ini adalah wanita pertama yang diterapkan padanya tuntunan ayat tersebut, yakni Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah Ibn Abi Mu‘ith, istri sahabat Nabi, Abdurrahman Ibn Auf.
Surah ini dikenal juga dengan nama Surah al-Imtihan/ujian dan surah al-Ma’idah karena kata ini ditemukan pada awal ayatnya di samping karena kasus utama yang diuraikannya adalah soal hubungan kasih sayang. Diantara isinya adalah larangan berhubungan dengan kafir yang memusuhi Islam, sedangkan bagi yang tidak memusuhi boleh bersahabat. Hukum perkawinan bagi mereka yang pindah agama. Juga kisah nabi Ibrahim sebagai ibrah bagi orang mukmin.
Menurut Sayyid Quthub, surah ini merupakan salah satu rangkaian dari pendidikan al-Qur’an guna membentuk masyarakat Islam yang diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. Dari sini ditemukan pada awalnya uraian tentang bagaimana seharusnya sikap terhadap musuh Allah, walaupun mereka adalah kerabat.
Dalam tradisi Jahiliah, ikatan kekeluargaan dan kesukuan sangat kental, sampai-sampai ada ungkapan yang menyatakan: “Bantulah saudaramu, baik ia menganiaya maupun teraniaya.” Ungkapan ini diajarkan juga oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, tetapi menurut Nabi, membela yang menganiaya, berarti ‘menghalanginya untuk berbuat aniaya.’ Ayat ini juga memberi petunjuk bagaimana menghadapi orang-orang yang berbeda agama, serta petunjuk menyangkut wanita muslimah yang berhijrah ke Madinah sedang suami mereka masih musyrik.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.