Mukaddimah Qur’an Surah 59. al Hasyr

Surah ini merupakan surah Madaniyah yang terdiri dari 24 ayat, dinamakan al-Hasyr yang berarti ‘Pengusiran’, diambil dari ayat 2. Surah al-Hasyr adalah surah yang ke-98 dari perurutan turunnya, sesudah surah al- Bayyinah dan sebelum surah an-Nashr.

At-Tirmidzi pun meriwayatkan satu hadits melalui Ma\’qil Ibn Yasar yang menunjukkan bahwa Nabi menyebut surah ini dengan nama surah al-Hasyr, yang menguraikan peristiwa pengumpulan dan pengusiran salah satu dari tiga komunitas besar Yahudi di Madinah yakni Bani an-Nadhir, pada tahun keempat hijrah. Karena itu pula surah ini dikenal juga dengan nama surah Bani an-Nadhir.

Surah ini menguraikan bahwa seluruh makhluk bertasbih kepada Allah. Peristiwa pengusiran Bani an-Nadhir, bagaimana terjadinya serta mengapa terjadi dan bagaimana menyalurkan harta benda mereka yang dirampas ketika itu. Pujian Allah kepada Muhajirin yang rela membbagikan kekayaan dengan orang Anshor. Juga keharusan seseorang berproyeksi kedepan di dunia dan akhirat serta mempersiapkan segala sesuatunya.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini adalah penjelasan tentang apa yang diuraikan pada akhir surah lalu, Qs. 58. al-Mujadalah; 21, tentang kuasa Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. Yakni meraih kemenangan untuk Allah dan para rasul-Nya serta merendahkan derajat musuh-musuh-Nya, karena Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Terutama pada peristiwa pengumpulan dan pengusiran Bani an-Nadhir yang juga dikenal dengan Hasyr Pertama.

Karena itulah surah ini dinamai surah al-Hasyr dan juga surah Bani an-Nadhir karena dengan kuasa-Nya Allah menghimpun lalu mengusir mereka pertama kali dari Madinah ke Khaibar, Syam dan Hirah, lalu mengusir orang Yahudi. Kemudian pada hasyr kedua dari Khaibar ke Syam yang merupakan bukti yang sangat besar tentang hasyr (pengumpulan manusia di padang Mahsyar nanti). Demikian jelas al-Biqa‘i.

Apa yang dikemukakan al-Biqa‘i sejalan dengan pengamatan Thabathaba’i. Beliau menyatakan bahwa melalui tujuh ayat terakhir surah ini, Allah memerintahkan manusia untuk bersiap-siap menemui-Nya dengan jalan melakukan pengawasan diri dan introspeksi/muhasabah serta mengingat keagungan-Nya yang digambarkan oleh al-Asma\’ al-Husna yang disebut pada ayat-ayat terakhir surah ini.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top