\”Surah ini terdiri dari 96 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamakan al-Waqi‘ah yang berarti “Hari Kiamat”, yang diambil dari ayat pertama. Merupakan surah yang ke 46 dari segi perurutan turunnya, sesudah surah Thaha dan sebelum surah asy-Syuara. Jumlah ayat-ayatnya sebanyak 99 ayat
Sebagian ulama berpendapat bahwa ada beberapa ayat yang turun setelah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam berhijrah. Abu \’Abdullah Al-Qurthubi misalnya mengemukakan riwayat yang bersumber dari sahabat Nabi, Ibn ‘Abbas, bahwa ayat 82 turun di Madinah. Ada lagi riwayat yang menyatakan bahwa ayat 81 dan 82 turun dalam perjalanan Nabi ke Mekah, sedang ayat 39-40 turun dalam perjalanan Nabi saw. ke Madinah pada perang Tabuk. Namun riwayat-riwayat ini tidak mendapat dukungan pakar-pakar al-Qur’an.
Ketika Sayyidina Abu Bakar Radiallahu Anhu menyampaikan kepada Rasulullah bahwa beliau terlihat telah tua, Nabi berkomentar: “Aku dijadikan tua oleh surah Hud, al-Waqi‘ah, al-Mursalat, ‘Amma yatasa ‘alun dan Idza asy-Syamsu Kuwwirat.” (HR. at-Tirmidzi melalui Ibn Abbas).
Tema utama surah ini adalah uraian tentang hari Kiamat. Serta penjelasan tentang apa yang akan terjadi di bumi, dan kenikmatan yang akan diperoleh orang-orang bertakwa, juga yang akan dialami oleh para pendurhaka. Demikian lebih kurang kesimpulan banyak ulama.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa surah ini merupakan penjelasan dari apa yang diuraikan pada surah ar-Rahman. Menurutnya dalam surah itu ada uraian menyangkut tiga kelompok: Pertama, orang-orang yang dekat kepada ar-Rahman yang tampil mendahului orang-orang taat yang lain. Kelompok kedua, adalah uraian tentang orang-orang taat selain mereka dan kelompok ketiga, adalah mereka yang secara terang-terangan melakukan kedurhakaan dan bersikap munafik baik manusia maupun jin. Maksud al-Biqa‘i di sini adalah bahwa pada surah ar-Rahman disebut dua tingkat surga, yang pertama akan dihuni oleh mereka yang tampil mendahului orang-orang taat dan yang dalam surah ini dinamai as-Sabiqun, surga kedua dihuni oleh Ash-hab al-Yamin. Dan para pendurhaka akan menerima. balasan neraka yang di sini dinamai Ash-hab al-Masy’amah
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.