Surah ini dinamakan ar-Rahman yang berarti ‘Yang Maha Pemurah’, diambil dari ayat pertama. Inilah satu-satunya surah yang dimulai — sesudah Basmalah — dengan nama/sifat Allah yakni ar-Rahman
Jumlah ayat-ayat sebanyak 77 ayat menurut cara perhitungan ulama Mekah dan Madinah, dan 78 ayat menurut cara perhitungan ulama Syam dan Kufah.
Surah ini dipertentangkan oleh para ulama apakah termasuk Makkiyah atau Madaniyah. Menurut pendapat mayoritas ulama Surah ar-Rahman adalah Makkiyah. Sebagian ulama yang menilai bahwa surah ini adalah Makkiyah, berpendapat bahwa ia merupakan surah yang ke 43 yang diterima oleh Nabi sebelum surah Fathir dan sesudah surah al-Furqan. Sedangkan bagi yang menyatakan surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah ar-Ra‘d. Ada riwayat yang dinisbahkan pada sahabat Nabi, Ibn Abbas, yang mengecualikan ayat 29, tetapi riwayat ini dilemahkan oleh sekian banyak pakar. Ada juga riwayat dinisbahkan kepada sahabat Nabi, Ibn Mas\’ud, yang menyatakan bahwa surah ini Madaniyyah.
Sebagian ulama berpendapat bahwa sebab turunnya adalah tanggapan negatif kaum musyrikin Mekah ketika mereka diperintahkanuntuk sujud kepada Allah yang Rahman itu. Dalam QS. 25. al-Furqan; 60 dinyatakan: ‘Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kepada ar-Rahman, ” mereka menjawab: “Siapakah ar-Rahman itu?”’Jika riwayat ini diterima, akan semakin jelas dan tepat apabila surah ini dinamai dengan namanya yang populer itu.
Surah ar-Rahman dikenal juga dengan nama ‘Arus al-Qur’an, yang secara harfiah berarti Pengantin al-Qur’an. Imam al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam bersabda: “Segala sesuatu memiliki pengantinnya dan pengantin al-Qur’an adalah surah ar-Rahman”. Penamaan itu karena indahnya surah ini, dan karena di dalamnya terulang sekian kali ayat (فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ) fa bi ayyi ala’i Rabbikuma tukadzdziban, dan diibaratkan dengan aneka hiasan yang dipakai oleh pengantin.
Tema utama surah ini adalah uraian tentang ragam nikmat Allah, bermula dari nikmat-Nya yang terbesar dan teragung yaitu al-Qur’an, yang merupakan sumber petunjuk. Thabathaba’i berpendapat bahwa surah ini mengandung isyarat tentang ragam ciptaan Allah yang ada di langit dan bumi, darat dan laut. Allah mengatur semua itu dalam pengaturan yang bermanfaat bagi manusia dan jin Serta dari situlah manusia dan jin seharusnya tahu akan kebesaran-Nya.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tema utama surah ini adalah pembuktian tentang apa yang diuraikan pada akhir surah al-Qamar yang lalu, yaitu tentang keagungan kuasa Allah, kesempurnaan pengaturan-Nya serta keluasan rahmat-Nya. Semua dapat dilihat melalui keluasan ilmu-Nya, yang ditunjuk oleh rincian keajaiban makhluk-makhluk-Nya dan keserasian serta keindahan ciptaan-Nya. Dengan demikian tujuan utama surah ini adalah menetapkan bahwa Allah swt. Menyandang sifat rahmat yang tercurah kepada semua tanpa kecuali. Itu dikemukakan guna mengantar makhluk meraih nikmat-Nya dan menghindari siksa-Nya. Nama ar-Rahman yang mengandung makna keluasan anugerah dan ketercakupannya bagi semua . Demikian juga ‘Arus al-Qur’an merupakan nama yang paling tepat untuk menunjuk tujuan tersebut.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.