Mukaddimah Qur’an Surah 54. al Qamar

Surah ini terdiri dari 55 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah, surah ke tiga puluh tujuh yang diterima sesudah surah ath-Thariq dan sebelum surah Shad, turun sekitar tahun kelima sebelum Hijrah. Surah ini dinamakan al-Qamar yang berarti “Bulan ”, diambil dari ayat pertama. Atau yang populer pada masa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam disebut dengan nama Surah Iqtarabat as-Sa‘ah.

Ada yang mengecualikan ayat 44 sampai dengan ayat 46. Mereka berpendapat bahwa ayat-ayat itu turun pada hari perang Badr yang terjadi pada Ramadhan tahun II H. Namun pendapat ini tidak mendapat banyak dukungan. Boleh jadi Nabi membacanya lagi pada saat itu lalu diduga oleh sementara pendengarnya bahwa baru ketika itulah ketiga ayat tersebut turun.

Surah ini menjelaskan, sebetulnya kafir Mekah tidak sekuat kafir-kafir sebelumnya, dan semua dari mereka pasti tidak dapat menolak siksa Allah kelak di hari kemudian. Sedang orang yang takwa mendapatkan ketenangan hidup di sisi Tuhannya Yang Maha Pemurah.

Menurut Thahir Ibn ‘Asyur tujuan utama uraian surah ini adalah mencatat betapa besar keangkuhan kaum musyrikin terhadap ayat-ayat Allah serta ancaman kepada mereka tentang semakin dekatnya kedatangan hari Kiamat. Sambil mengingatkan mereka tentang nasib yang menimpa para pembangkang generasi terdahulu dan bahwa mereka pun pada akhirnya akan ditimpa kekalahan di dunia dan siksa pedih di akhirat.

Sedang Sayyid Quthub melukiskan dari awal hingga akhir surah ini merupakan serangan yang sangat mencekam dan menakutkan para pengingkar ayat-ayat Allah serta dalam saat yang sama memberi ketenangan yang sangat dalam bagi orang-orang mukmin. Memang sekian banyak persoalan yang dipaparkan surah ini telah dipaparkan pula pada surah-surah yang lain, tetapi gaya uraian yang ditampilkan di sini sungguh jauh berbeda dengan gaya uraian yang dipaparkan di tempat yang lain. Sehingga menjadikan surah ini merupakan uraian yang benar-benar baru. Di sini ancaman diuraikan dalam bentuk yang sangat keras bagaikan angin ribut yang membahana penuh dengan kengerian dan betebaran di sekelilingnya rasa takut, serta diselubungi oleh kehancuran dan keheranan yang mencekam.

Thabathaba’i menilai surah ini secara keseluruhan merupakan ancaman terhadap kaum musyrikin. Kecuali dua ayat terakhir yang merupakan janji gembira kepada orang-orang bertakwa yang memperoleh surga dan hadir di sisi Tuhan mereka.

Tujuan utama surah ini menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i adalah penjelasan tentang apa yang diuraikan pada akhir surah an-Najm, yakni persoalan kiamat dari sisi keniscayaan, kengerian serta kelompok-kelompok manusia yang mengalaminya. Karena dalam surah lalu telah disebut kelompok yang menertawakan keniscayaan Kiamat serta tidak mempersiapkan diri menghadapinya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top