Dinamakan an-Najm, atau wa an-Najm, yang berarti ‘Bintang’, diambil dari ayat pertama. Merupakan Surah ke-23 yang turun sebelum surah ‘Abasa dan setelah surah al-ikhlas atau at-Takwir. Surah ini menurut ulama Kufah terdiri dari 62 ayat, dan ulama lain mengatakan 61 ayat,
Termasuk golongan surah Makkiyah. Ada yang mengecualikan ayat 32, tetapi pengecualian ini ditolak oleh banyak ulama. Surah ini dinilai sebagai salah satu surah pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Sahabat Nabi, Ibn Mas’ud Radiallahu Anhu menyatakan bahwa surah ini adalah surah pertama yang dibacakan Rasulullah secara terang-terangan di Masjid al-Haram dan di bawah pendengaran kaum musyrikin (HR. Ibn Mardawaih).
Dinilai juga sebagai surah pertama yang didalamnya terdapat as-sajdah (ayat 62). Rasulullah sujud ketika membacanya dan semua hadirin pun sujud, kecuali seorang yang ketika itu hanya mengambil segenggam tanah, lalu sujud diatasnya. Orang itu adalah Umayyah Ibn Khalaf yang kemudian mati terbunuh dalam keadaan kafir. Demikian diungkapkan Ibn Mas’ud sebagaimana diriwayatkan HR. Bukhari, Muslim, dan lainnya.
Tema utama surah ini berbicara tentang akidah, keesaan Allah, kenabian dan keniscayaan Kiamat. Menurut Thahir Ibn ‘Asyur, tema utamanya adalah pembuktian kebenaran Rasulullah dan bahwa al-Qur’an adalah wahyu Ilahi, serta pembatalan ketuhanan para berhala kaum musyrikin Mekkah.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I berpendapat tema utamanya adalah celaan terhadap hawa nafsu karena mengakibatkan kesesatan, kebutaan serta keinginan menggebu untuk senantiasa tergiur oleh kenikmatan duniawi yang fana, Surah ini bertujuan memuji pengetahuan karena ia membuahkan petunjuk dan dorongan menuju alam yang kekal dan penuh kebahagiaan, dengan mengikuti tuntunan Nabi-Nya serta memperhatikan peringatan yang telah diuraikan dalam surah Qaf, yang dibuktikan dalam surah adz-Dzariyat, dan dijelaskan pula oleh surah ath-Thur. Sebab perkataan Nabi tidak mengucapkan sesuatu yang lahir dari hawa nafsu, tetapi semua bersumber dari Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. Demikian penjelasan al-Biqa’I dengan mengaitkan nama surah dan kandungan sumpah yang ditemukan pada awal surah.
Surah ini diakhiri dengan penjelasan bahwa peringatan dan petunjuk al-Qur’an sama dengan peringatan dan petunjuk yang dibawa kitab suci terdahulu. Maka sembahlah Allah, Tuhannya segala makhluk.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.