Surah ini terdiri dari 45 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Dinamakan Qaf, diambil dari ayat pertama. Merupakan surah ke-34 dari segi perurutan turunnya, setelah al-Mursalat dan sebelum La Uqsimu bi Hadza al-Balad. Ada juga yang menamainya surah al-Basiqat karena kata ini ditemukan pada ayat 10.
Riwayat yang dinisbahkan kepada Ibn ‘Abbas Radiallahu Anhu mengecualikan ayat 38 sebagai turun di Madinah. Ayat ini diyakini sebagai bantahan terhadap Yahudi yang berkata bahwa Allah menciptakan alam raya dalam 6 hari dan beristirahat pada hari ke-7. Tetapi riwayat ini dinilai lemah oleh banyak ulama.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa sahabat Nabi, Quthbah Ibn Malik berkata “Nabi membaca surah Qaf wa al-Qur’an al-Majid pada shalat subuh” yakni pada rakaat pertama.
Tema utama surah ini menurut Thabathaba’I adalah uraian tentang dakwah Islamiah yang berbicara tentang peringatan menyangkut hari Kebangkitan serta penolakan kaum musyrikin terhadap keniscayaannya, karena mereka menduga bahwa kematian memusnahkan kepribadian seseorang dan mengubahnya menjadi tanah.
Thahir Ibn ‘Asyur mengemukakan sekian persoalan yang diuraikan surah ini, antara lain menyangkut keutamaan al-Qur’an dan penolakan kaum musyrikin terhadapnya. Pembuktian keniscayaan Kiamat, janji terhadap kaum mukminin berikut ancaman kepada kaum kafir. Serta penenangan hati Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam dan pujian kepada kaum beriman, kemahaluasan ilmu Allah Subhanahu Wa Ta\’ala.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I mengatakan tujuannya adalah pembenaran Rasulullah dalam risalahnya yang pada umumnya adalah peringatan, terutama keniscayaan kebangkitan. Membuktikan betapa luas kuasa Allah dari yang telah dikemukakan pada akhir surah al-Hujurat, Ini mengantar kepada penjelasan tentang adanya kebangkitan manusia setelah kematian. Di mana Allah akan memberi putusan kepada hamba-Nya dengan adil.
Sayyid Quthub menilai bahwa surah ini adalah salah satu surah yang sangat menakutkan dan sangat keras kesan dan hakikat yang ditampilkannya melalui ritme redaksinya, gambaran, naungan, serta bunyi yang dimunculkan oleh akhir ayat-ayatnya. Allah menguasai jiwa manusia, mengejarnya pada gerak dan bisikan hatinya, pada rahasia dan hidup nyatanya, lahir batinnya, dengan pengawasan-Nya tanpa luput sedikitpun sejak kelahiran hingga kematian. Pengawasan-Nya sangat ketat sempurna dan menyeluruh setiap napas dihitung, setiap bisikan hati diketahui, setiap kata dicatat, setiap gerak diperhitungkan, dan tidak ada persoalan kecil atau besar yang diabaikan.Sampai pada hari Kebangkitan, kemudian penggiringan ke padang Mahsyar dan Perhitungan Ilahi.
Ditanyakan kepada Neraka Jahanam “Apakah kamu sudah penuh?” Dijawab “Masih banyak tempat kosong”
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.