Mukaddimah Qur’an Surah 43. az Zukhruf

Surah ini terdiri dari 89 ayat, turun setelah surah as Syura dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamakan az-Zukhruf  yang berarti ‘perhiasan’, diambil dari ayat 35, kata tersebut tidak ditemukan dalam surah lain.

Didalamnya dikisahkan tentang penjelasan al-Qur’an dan tanggapan orang musyrik. Lalu dikemukakan pula kisah Musa dan Fir’aun, kisah putra Maryam, lalu anjuran untuk menjauhi orang sombong yang menolak kebenaran. Thabathaba’i menegaskan bahwa tema pokok surah ini adalah peringatan sebagaimana terbaca pada awal dan akhir, serta berbagai uraian didalamnya, selain ayat 68 sampai dengan ayat 73.

Thahir Ibn ‘Asyur berpendapat bahwa surah ini menguraikan tantangan al-Qur’an terhadap kaum musyrikin, karena keinginan mereka untuk mempertahankan penyembahan berhala. Maka tujuan utama surah ini adalah kecaman serta menjelaskan keanehan dalam sikap mereka yang bertolak belakang. Dari satu sisi mereka mengakui bahwa Allah menciptakan mereka dan Pelimpah aneka nikmat, bahkan Allah adalah Pencipta semua makhluk, namun anehnya mereka menyembah berhala-berhala sebagai sekutu-sekutu Allah. Terlebih lagi kepercayaan mereka bahwa anak perempuan lebih rendah derajatnya daripada anak lelaki, dan menyatakan bahwa Allah memiliki anak perempuan.

Sayyid Quthub menulis bahwa surah ini memaparkan satu sisi dari kesulitan dan kendala yang dihadapi dakwah Islam pada saat itu. Serta aneka keberatan dan bantahan yang ditujukan kepadanya. Memberi gambaran bagaimana al-Qur’an menghadapi hal-hal tersebut dan bagaimana meluruskannya dalam jiwa manusia. Isi surah ini menguraikan hakikat-hakikat keagamaan serta nilai-nilainya untuk menggantikan khurafat dan nilai-nilai Jahiliah yang meresap di hati  masyarakat.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tema dan tujuan utama surah ini adalah berita gembira tentang peninggian derajat umat Islam dengan akal dan hikmah, sehingga menjadi umat paling ulung dalam bidang ilmu, karena hidayah yang mereka peroleh merupakan anugerah laduni dari Allah Subhanahu Wa Ta\’ala.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top