Mukaddimah Qur’an Surah 34. Saba

Surah ini termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Saba yang berarti ‘Kaum Saba’. Namun hal yang perlu dicatat bahwa menurut Thahir Ibn ‘Asyur, penamaan surah ini dengan nama Saba tidak beliau temukan dalam riwayat sahabat-sahabat Nabi, tetapi lebih populer di dalam kalangan buku-buku Sunnah dan Tafsir.

Surah ini merupakan surah ke 56 dari segi perurutan turunnya surah-surah al-Qur’an, sesudah surah Luqman dan sebelum surah az- Zumar. Jumlah ayat-ayatnya menurut cara perhitungan mayoritas ulama sebanyak 54 ayat, dan menurut perhitungan ulama-ulama Syam sebanyak 55 ayat.

Ada sebagian ulama yang mengecualikan ayat 6, berdasar dugaan bahwa yang dimaksud dengan ‘orang-orang yang diberi ilmu’, adalah orang-orang Yahudi yang bermukim di Madinah. Padahal kata ini juga dapat dipahami dalam arti umum, mencakup semua yang memiliki pengetahuan yang benar atau arti khusus yakni kaum muslimin Mekah yang memang percaya dengan Rasul dan wahyu Tuhannya. Bahkan kalaupun yang dimaksud adalah orang Yahudi, tidak secara otomatis berarti ayat itu turun di Madinah.

Surah ini diawali dengan menuturkan kekuasaan Allah dan kebesaran-Nya, lalu diteruskan dengan kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Selanjutnya ditegaskan pula bahwa risalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam berlaku untuk seluruh manusia, dan hendaknya agar terus memelihara iman dengan akal untuk mendapat petunjuk Allah. Diceritakan pula tentang kejadian di hari Kemudian ketika orang musyrik berdebat dengan sesembahannya.

Tema utama surah ini adalah tema pokok surah-surah Makkiyah, yaitu pembatalan kepercayaan syirik dan pengukuhan akidah Tauhid. Demikian juga tentang keniscayaan kiamat. Dalam konteks itu dibuktikan keluasan pengetahuan Allah Subhanahu Wa Ta\’ala dan kebenaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Demikian penjelasan Ibn ‘Asyur, Thabathaba’i dan banyak ulama lain.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i pun menggarisbawahi demikian itu. Ulama ini menulis bahwa tujuan utama surah ini telah diisyaratkan oleh akhir surah yang lalu, yakni siksa dan ampunan pada hari Kemudian, setelah sebelumnya menjelaskan bahwa ada yang bertanya tentang kedatangan hari Kiamat. Bahwa hari Kiamat pasti datang, karena hikmah menuntut kehadirannya dan sebaliknya ketidakhadirannya bertentangan dengan hikmah dan menampakkan adanya kezaliman. Kisah Saba yang diuraikan surah ini sejalan dengan hal tersebut.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top