Mukaddimah Qur’an Surah 32. as Sajdah

Surah ini terdiri dari 30 ayat, yang termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Merupakan surah ke 73 dari segi perurutan turunnya turun sesudah surah an-Nahl dan sebelum surah Nuh. Surah ini dinamakan as-Sajdah yang berarti “Sujud” (ayat 15).

Ada yang mengecualikan empat ayat, yaitu ayat 18, 19, 20, 21 yang diriwayatkan turun berkaitan dengan duel antara Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib dengan al-Walid Ibn ‘Uqbah pada Perang Badr. Ada lagi yang mengecualikan ayat 16 dan 17, namun riwayat-riwayat itu tidak di dukung banyak ulama.

Surah ini mempunyai banyak nama selain as-Sajdah, ada menamainya dengan Alif Lam Mim Tanzil sesuai bunyi ayat pertamanya dan kata pertama pada ayatnya yang kedua. Sahabat Nabi, Jabir Ibn ‘Abdillah Radiallahu Anhu.menyampaikan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam tidak tidur kecuali setelah membaca “Alif Lam Mim Tanzil dan Tabaraka Alladzi Biyadihi al-Mulk. ” Abu Hurairah Radiallahu Anhu menamainya Alif Lam Mim Tanzillu as-Sajdah. Beliau meriwayatkan, “Pada hari Jumat, dalam shalat fajar Rasulullah membaca Alif Lam Mim Tanzillu as-Sajdah dan Hal Ata ‘ala al-Insan. Ada juga yang menamainya surah al-Madhaji‘ karena pada ayat 16 disebut kata ini. Juga dinamai Surah Sajdah Luqman karena penempatannya sesudah surah Luqman.

Tema utamanya, serupa dengan tema utama surah-surah Makkiyyah, yaitu ajakan tunduk kepada Allah Yang Maha Esa, Pencipta alam raya dan manusia, serta Pengaturnya. Juga tentang kebenaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam yang kepada beliau diwahyukan al-Qur’an serta kepercayaan akan keniscayaan kiamat. Demikian pandangan Sayyid Quthub.

Thabathaba’i menekankan temanya pada uraian tentang penciptaan, kebangkitan dan pembuktiannya, serta bantahan atas dalih yang terlintas dalam benak menyangkut hal tersebut sambil mengisyaratkan tentang kenabian dan kitab suci.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini adalah peringatan kepada orang-orang kafir dan menyampaikan berita gembira kepada yang berbakti bahwa mereka akan masuk ke surga dan terhindar dari neraka. Namanya as-Sajdah mencerminkan hal tersebut, karena ayat-ayatnya mengajak kepada ketundukan dan melarang keangkuhan. Demikian juga namanya yang lain yakni Alif Lam Mim Tanzil. Ini mengisyaratkan perlunya memperhatikan semua kandungan surah.

Dijelaskan pula agar kita senantiasa mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, Serta anjuran salat malam, karena ketenangan dan kekhusyukan didapat di malam hari hingga mencapai kedekatan kepada Allah. Jangan sampai menyesal di hari Kemudian, karena permintaan orang kafir saat kiamat adalah agar dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki amalnya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top