Mukaddimah Qur’an Surah 24. an Nur

Surah an-Nur termasuk golongan surah-surah Madaniyah, terdiri dari 64 ayat, yang berarti cahaya (ayat 35), surah yang keseratus dalam perurutan surah-surah al-Qur’an yang turun. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam berpesan: “Ajarkanlah surah an-Nur kepada keluarga kamu.” ‘Umar Radiallahu Anhu juga berpesan serupa dan menambahkan di samping surah an-Nur juga an-Nisa’ dan al-Ahzab.

Surah ini tidak turun sekaligus. Kisah kebohongan dan isu negatif yang dilontarkan kepada istri Nabi, ‘Aisyah Radiallahu Anha yang diuraikan surah ini (ayat 11-26) turun beberapa saat setelah terjadinya Perang Bani al-Mushthalaq tahun ke IV Hijrah. Sedang uraian tentang hukum Allah terhadap yang menuduh istrinya berzina (ayat 4-10) turun jauh setelah itu, yakni pada bulan Sya\’ban tahun ke IX, yakni setelah Perang Tabuk.

Didalamnya dimuat tata pergaulan, perbuatan zina dan kemungkaran yang harus dibersihkan dari masyarakat. Ditekankan pula tentang sikap waspada terhadap ajakan setan, dan tata cara memasuki rumah orang lain agar terjaga hubungan baik. Kemudian dijelaskan pula tentang Nur Tuhan dan seluruh jagad raya ini bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta\’ala serta tunduk kepada aturan-Nya. Dengan demikian manusia hendaknya juga tundik karena seluruh alam berada di bawah kekuasaan-Nya

Thabathaba’i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini mengingatkan sejumlah ketetapan hukum syariat yang disusul dengan sekian banyak tuntunan Ilahi yang sesuai. Semua ini agar menjadi peringatan bagi orang- orang mukmin.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utamanya sebagaimana ditunjuk oleh namanya adalah penjelasan tentang keluasan dan ketercakupan ilmu Allah Subhanahu Wa Ta\’ala yang dan keluasan kuasa-Nya. Ini mengantar kepada penetapan segala persoalan dalam bentuk yang sangat bijaksana.

Selanjutnya surah ini mengukuhkan kemuliaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, Allah memilihkan untuk beliau, sahabat-sahabat dalam aneka tingkat kedekatan kepadanya. Ini juga mengantar kepada kemuliaan dan kesucian pendamping hidup beliau dalam hal ini adalah ‘Aisyah yang Nabi wafat dalam keadaan ridha terhadapnya, dan istri beliau itu wafat dalam keadaan shalihah dan penuh bakti. Demikian penjelasan al biqa’i.

Sayyid Quthub menulis bahwa surah ini adalah surah an-Nur yang diambil dari ayat 35,( اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ )‘Allah adalah sumber cahaya langit dan bumi’. Nur itu cahaya alam raya, menerangi kehidupan, serta cahaya jiwa dan terangnya hati, juga ketulusan nurani, yang kesemuanya bersumber dari cahaya Allah. Dengan adanya Nur, dan manifestasinya di dalam hati dan jiwa, semuanya akan tercermin pada etika dan akhlak. Akhlak pada pribadi, keluarga dan masyarakat menjadi dasar uraian surah ini.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top