Surah ini terdiri dari atas 128 ayat, dinamakan an-Nahl yang berarti “lebah ” karena di dalamnya terdapat firman Allah Subhanahu Wa Ta\’ala yang artinya “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah\” (ayat 68). Hanya sekali itulah al-Qur’an menyebutnya.
Surah ini termasuk kedalam surah Makkiyah. Ada juga yang mengecualikan beberapa ayat. Misalnya ayat 126, 127, dan 128 yang memerintahkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam agar jangan membalas kejahatan kecuali setimpal dengannya. Mereka menilai ayat-ayat itu turun tepatnya setelah terbunuhnya paman beliau, Hamzah Radiallahu Anhu dengan sangat kejam dan memilukan pada tahun III Hijrah. Ketika itu, Nabi bermaksud membalasnya dengan menewaskan 70 orang musyrik. Maka beliau ditegur. Ada lagi yang berpendapat, hanya awal ayat surah ini sampai ayat 41 yang Makkiyah, selebihnya sampai akhir surah, adalah Madaniyah.
Ada juga ulama yang menamainya surah an-Ni \’am, karena banyak nikmat Allah yang diuraikan disini. Betapa besar karunia Allah untuk manusia, diciptakan-Nya tetumbuhan, hewan dan ikan, sampai pada perhiasan, yang semua itu perlu untuk disyukuri, dan bukan untuk dpakai untuk menyekutukan Tuhan. Hendaknya perbedaan rezeki yang diterima menjadi alat untuk mempererat hubungan dengan saling tolong menolong bukan pada perselisihan, juga laki-laki dan wanita perlu untuk saling melengkapi dan menyempurnakan, berlaku adil, menyambung kerabat serta setia pada janji.
Sayyid Quthub menilai, uraian surah ini sangat tenang dan halus, namun sangat padat. Tema-tema pokoknya bermacam-macam, tapi tidak keluar dari tema surah Makkiyah, yakni tentang Ketuhanan, Wahyu dan Kebangkitan. Disertai dengan beberapa persoalan lain yang berkaitan dengan tema-tema pokok itu, seperti uraian tentang keesaan Allah yang menghubungkan antara agama Nabi Ibrahim Alaihis Salam dengan agama Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, juga tentang kehendak Allah dan kehendak manusia dalam konteks iman dan kufur, hidayah dan kesesatan.
Disebut juga tentang fungsi rasul, dan sunnatullah dalam menghadapi para pembangkang; demikian juga soal halal haram, soal hijrah dan ujian yang dihadapi kaum musyrikin dan muslimin. Tidak ketinggalan soal interaksi sosial seperti keadilan, ihsan, infaq, menepati janji dan lain-lain. Persoalan-persoalan itu dipaparkan sambil mengaitkannya dengan alam raya serta fenomenanya yang bermacam-macam. Demikian penjelasan Sayyid Quthub.
Thabathaba’i menyimpulkan tujuan utama surah ini adalah penyampaian tentang dekatnya kehadiran ketetapan Allah yaitu kemenangan agama yang haq. Dijelaskan dengan menguraikan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta\’ala adalah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disembah, karena Dia yang mengatur alam raya. Penciptaan adalah hasil perbuatan-Nya dan semua nikmat bersumber dari-Nya, tidak satu pun dari hal-hal tersebut yang bersumber dari selain-Nya, karena itu hanya Allah yang wajib disembah tidak ada satu pun selain-Nya. Disamping itu, surah ini juga menjelaskan bahwa menetapkan agama adalah wewenang Allah dan dengan demikian agama harus bersumber dari-Nya, tidak dari selain-Nya. Dan ini berarti penolakan kepercayaan kaum musyrikin serta dalih-dalih mereka yang mengingkari kehadiran para rasul.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I, sebagaimana kebiasaannya menjadikan nama surah sebagai petunjuk tentang tema utamanya. Dari sini ulama abad VIII Hijriah itu berpendapat bahwa tujuan pokok dan tema utama surah an-Nahl adalah membuktikan kesempurnaan kuasa Allah dan keluasan ilmu-Nya, dan bahwa Dia bebas bertindak sesuai kehendak-Nya lagi tidak disentuh oleh sedikit kekurangan pun. Yang paling dapat menunjukkan makna ini adalah sifat dan keadaan an-Nahl yakni ‘lebah’ yang sungguh menunjukkan pemahaman yang dalam serta keserasian yang mengagumkan antara lain dalam membuat sarangnya. Demikian juga dengan pemeliharaannya dan banyak lagi yang lain seperti keanekaragaman wama madu yang dihasilkannya, serta khasiat madu itu sebagai obat padahal sumber makanan lebah adalah kembang dan buah-buahan dan juga ada yang berbahaya.
Apa yang dikemukakan al-Biqa‘i menyangkut lebah adalah sekelumit dari banyak keistimewaan binatang itu. Keajaibannya juga terlihat pada jenisnya. Ia tidak hanya terdiri dari jantan dan betina, tetapi juga yang tidak jantan dan tidak betina. Sarang-sarangnya tersusun dalam bentuk lubang-lubang yang sama bersegi enam diselubungi oleh selaput yang sangat halus menghalangi udara dan bakteri menyusup ke dalam. Keajaibannya mencakup pula sistem kehidupannya yang penuh disiplin dan dedikasi di bawah pimpinan seekor “ratu”. Sang ratu pun memiliki keajaiban dan keistimewaan. “Rasa malu” yang dimiliki dan dipeliharanya menjadikan sang ratu lebah enggan berhubungan seks dengan salah satu anggota masyarakatnya yang jumlahnya dapat mencapai sekitar tiga puluh ribu ekor lebah. Di samping itu, keajaiban lebah nampak pula pada bahasa dan cara mereka berkomunikasi yang dalam hal ini telah diamati oleh sekian banyak ilmuwan antara lain ilmuan Austria, Karl Van Fritch.
Imam as-Suyuthi menyatakan bahwa “surah yang terdahulu merupakan pengantar bagi surah sesudahnya” Maka berarti surah an-Nahl ini adalah pengantar bagi surah al-Isra’. Lebah dipilih Allah untuk melukiskan keajaiban ciptaan-Nya agar menjadi pengantar keajaiban perbuatan-Nya dalam peristiwa Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam yang dijelaskan oleh surah berikutnya. Lebah dipilih untuk menjadi pengantar uraian yang berkaitan dengan manusia seutuhnya karena seorang mukmin diibaratkan oleh Rasulullah bagaikan ‘lebah’, tidak makan kecuali yang baik dan indah seperti kembang-kembang tidak menghasilkan kecuali yang baik dan bermanfaat seperti madu yang merupakan minuman dan obat bagi aneka penyakit, tidak hinggap di tempat yang kotor, tidak mengganggu kecuali yang mengganggunya dan jika menyengat sengatannya pun dapat menjadi obat.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.