Surah ini terdiri dari 5 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Kata Tabbat berarti ‘Binasalah’, diambil dari ayat pertama. Dalam beberapa Mushaf ia dinamai surah al-Masad (sabut penjerat). Sementara mufassir menamainya surah Abi Lahab. Merupakan surah yang ke-6 dari segi perurutan surah-surah al-Qur’an, sesudah surah al-Fatihah dan sebelum surah at-Takwir. Ada juga yang mengatakan turun setelah surah al Fath.
Suatu ketika Rasulullah mendaki bukit Shafa di Mekah, untuk berseru mengisyaratkan akan adanya bahaya yang mengancam. Maka berkumpullah sejumlah penduduk Mekah termasuk Abu Lahab. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam kemudian bersabda: “Seandainya aku menyampaikan kepada kamu bahwa akan ada musuh yang menyerang di pagi atau sore hari, apakah kamu akan mempercayaiku?” Mereka menjawab bahwa: “Kami tidak pernah mengetahui kamu berbohong.” Nabi kemudian menjelaskan kepada mereka tentang ancaman hari Akhir yang akan mereka hadapi, jika mereka mengabaikan tuntunan Allah. Mendengar itu Abu Lahab berseru: “Binasalah engkau sepanjang hari! Apakah untuk itu engkau mengumpulkan kami?” Maka turunlah surah ini. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada tahun IV setelah kenabian.
Ada juga yang meriwayatkan bahwa suatu ketika Abu Lahab datang kepada Nabi bertanya apa yang akan diperolehnya jika dia memeluk Islam? Nabi menjawab: “Seperti apa yang diperoleh kaum muslimin” Abu Jahl menjawab: “Celakalah agama ini, bila aku dipersamakan dengan mereka.” Maka turunlah ayat ini.
Tema utama bahkan satu-satunya tema yang dibicarakannya adalah tentang kebinasaan yang akan dialami oleh salah seorang tokoh utama kaum musyrikin yaitu Abu Lahab. Uraian menyangkut kebinasaan istrinya adalah bagian dari siksa yang akan dialami oleh Abu Lahab itu.
Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i menegaskan bahwa tujuan utama surah ini adalah memastikan kerugian orang kafir walaupun dia adalah orang yang paling dekat hubungan kekerabatannya kepada manusia yang paling mulia(Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam). Ini menunjukkan bahwa Allah yang menetapkan ajaran agama menyandang Keagungan yang tidak dapat dilukiskan. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki, karena tidak ada yang serupa dengan-Nya. Itu untuk mendorong manusia meyakini ajaran Tauhid. Karena itu surah ini ditempatkan antara surah al-Ikhlas yang berbicara tentang ke-Esa-an Allah dengan surah an-Nashr yang menguraikan jaminan tentang pertolongan dan kemenangan serta banyaknya pendukung-pendukung ajaran itu. Namanya Tabbat menunjuk hal tersebut.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.