Mukaddimah Qur’an Surah 110. an Nashr

Surah ini terdiri dari 3 ayat, termasuk golongan surah Madaniyah, bahkan salah satu surah yang terakhir turun. Kata an-Nashr berarti ‘Pertolongan’. Namanya yang popular pada masa lampau adalah surah Idza Ja’a Nashrullah Wal Fath sesuai bunyi ayatnya yang pertama. Sahabat Nabi, Ibn Mas\’ud Radiallahu Anhu, menamainya surah at-Taudi‘ yakni Perpisahan karena terdapat isyarat dari ayat-ayatnya yang mengandung kesan tentang dekatnya ajal Rasulullah.

Tema utamanya adalah berita gembira tentang kemenangan yang akan diraih Rasulullah dan berbondongnya masyarakat memeluk agama Islam. Di sisi lain hal ini mengisyaratkan selesainya tugas Kenabian dan dengan demikian surah ini menginformasikan dekatnya ajal Rasululullah.

Ibn ‘Abbas Radiallahu Anhu menyatakan bahwa Allah melalui surah ini berfirman: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan dan itu adalah tanda dekatnya ajalmu — makabertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan beristighfarlah” (HR. Bukhari).

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i berpendapat bahwa tujuan utama surah ini adalah pemberitahuan tentang sempurnanya tuntunan agama yang dipahami dari namanya an-Nashr/kemenangan dan yang juga mengharuskan wafatnya Nabi. Berdasarkan hal tersebut, dipahami bahwa Rasulullah tidak tampil di pentas bumi ini kecuali untuk meninggikan kalimat Allah dan membinasakan kalimat setan. Pada gilirannya membuktikan bahwa beliau adalah sari pati wujud ini, sekaligus hamba Allah yang termulia.

Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan bahwa istri Nabi, ‘Aisyah Radiallahu Anha berkata: “Pada akhir usia, Nabi sering kali membaca Subhana Allah Wa bihaamdihi Astaghfirullah Wa Atubu Ilaihi, dan beliau bersabda bahwa: “Tuhanku menyampaikan kepadaku bahwa aku akan melihat tanda pada umatku, dan Dia memerintahkan kepadaku — bila melihatnya agar aku bertasbih dan beristighfar sesungguhnya Dia adalah Tawwab. Kini aku telah melihatnya.” Lalu membaca surah ini.

Berbeda-beda pendapat ulama tentang masa turun surah ini. Ada yang menyatakan bahwa ia turun sekembalinya Nabi dari perang Khaibar yakni terjadi pada tahun ke-8 H. Riwayat lain menyatakan bahwa ia turun sekitar dua tahun sebelum Nabi wafat. Ada lagi yang menyatakan ia turun setelah pembukaan kota Mekah. Bahkan sahabat Nabi, Ibn ‘Umar Radiallahu Anhu menyatakan bahwa Nabi wafat setelah sekitar tiga bulan dari turunnya ayat ini. Atas dasar perbedaan-perbedaan itu, maka sulit ditentukan pada urutan keberapa surah ini dari segi masa turunnya.

Sahabat Nabi, Jabir Ibn Abdillah Radiallahu Anhu, berpendapat bahwa surah ini merupakan surah yang ke-103 yang diterima oleh Rasulullah, sedang sahabat Nabi, Ibn ‘Abbas berpendapat bahwa ia adalah surah yang terakhir di terima Nabi. Tidak ada lagi surah sesudahnya – walau masih ada ayat yang turun sesudahnya dan yang merupakan bagian dari surah-surah yang turun sebelumnya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top