Kitab Suci dan Lembaran Suhuf

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Artinya: \”dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.\” (QS. 2. Al Baqarah; 4).

وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ

Kami telah menurunkan kitab suci (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan (membawa) kebenaran sebagai pembenar kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan sebagai penjaganya (acuan kebenaran terhadapnya). Maka, putuskanlah (perkara) mereka menurut aturan yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan (meninggalkan) kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja). Akan tetapi, Allah hendak mengujimu tentang karunia yang telah Dia anugerahkan kepadamu. Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang selama ini kamu perselisihkan. (QS. 5. al-Ma\’idah; 48)

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ – ١٨ صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ – ١٩

Artinya: \”Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.\” (QS. 87. Al-A\’la; 18-19)

Suatu ketika Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, \”Berapa jumlah kitab yang telah Allah turunkan?\” Rasulullah kemudian menjawab, \”Ada 104 kitab. Diturunkan kepada Nabi Syits 50 suhuf, diturunkan kepada Nabi Idris 30 Suhuf, diturunkan kepada Nabi Ibrahim 10 suhuf, diturunkan kepada Nabi Musa sebelum taurat 10 suhuf. Allah juga menurunkan Taurat, Injil, dan Al Quran.\” (HR. Ibn Hibban)

Dalam agama Islam, Allah Subhanahu wa Ta\’ala telah menurunkan al-Qur’an sebagai kitab pedoman untuk menempuh jalan ketauhidan, pengesaan Tuhan. Nabi Muhammad pun berpesan bahwa beliau telah mewariskan 2 hal, yaitu al-Qur’an dan sunnahnya sebagai pegangan kita dalam menjalani hidup.

Namun perlu kita ketahui bahwa, terdapat lembaran-lembaran suci (suhuf) dan kitab suci yang lain sebelum al-Qur’an yang telah diturunkan kepada para rasul sebelum lahirnya nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Secara terperincinya yaitu :

Suhuf:

  1. Nabi Syits Alaihis Salam, 50 suhuf;
  2. Nabi Idris Alaihis Salam, 30 suhuf;
  3. Al-Khalil, yaitu orang yang menjadi kesayangan Allah (Nabi Ibrahim Alaihis Salam) 10 suhuf;
  4. Al-Kalim, yaitu orang yang pernah diajak bicara oleh Allah (Nabi Musa Alaihis Salam) 10 suhuf, sebelum turunnya Taurat.

Beberapa ulama ada juga yang mengatakan bahwa Nabi Adam Alaihis Salam mendapat 10 suhuf, sehingga totalnya ada 110 Suhuf.

Kitab Suci:

  1. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa Alaihis Salam;
  2. Zabur diturunkan kepada Nabi Daud Alaihis Salam;
  3. Injil diturunkan kepada Nabi ‘Isa Alaihis Salam;
  4. Al-Furqan (Al-Qur’an) diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam..

Al-Qur’an adalah kitab terakhir, kandungan isinya meliputi isi dari Taurat, Zabur dan Injil, yang disertai dengan tambahan-tambahan penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’an adalah kitab mutakhir pemberian Allah sebagai tuntunan hidup yang diturunkan kepada sebaik-baik manusia, ialah Nabi Muhammad. Al-Qur’an disebut juga sebagai mukjizat terbesar karena keberadaannya sebagai ayat ‘aqliyah yang abadi, terpelihara sepanjang masa dan bisa direnungkan setiap saat dengan akal pikiran.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama : Aqîdatul ‘Awâm / al-Imam al-‘Allâmah Ahmad bin Muhammad Ramadhân bin Manshûr al-Makki al-Marzûki al-Mâliki al-Husaini al-Hasan (Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki)

Nurudh Dhalam ‘alaa Mandhumah ‘Aqidah al-‘Awam / Syekh Nawawi al-Bantani

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top