Ihsan Sebagai Perilaku Sosial

Ihsan berasal dari bahasa Arab (إحسان‎) yang berarti \”kesempurnaan\” atau \”terbaik\”. Secara istilah memiliki arti mengokohkan, merapikan (itqana), menguatkan, dan memberi manfaat (awshala al-naf’a). Ihsan juga dapat diartikan sebagai memperbaiki atau menjadikan baik.  Lawannya adalah isa\’ah (berbuat kejelekan)

Dalam hadis, ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah tentang arti ihsan, Nabi Muhammad  Sallallahu Alaihi Wasalam menjawab, “…Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu…”

Jadi ihsan itu dapat diartikan sebagai upaya seseorang dalam beribadah untuk mencapai kualitas ibadah yang terbaik yang didasarkan atas keimanannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. Dengan bersikap ihsan, seseorang beribadah tidak sekedar memenuhi syarat dan rukunnya saja, tetapi berusaha melakukan yang lebih baik dari itu selama diperbolehkan dalam syariat.

Sebagai contoh, diantara syarat sah salat adalah menutup aurat. Tetapi seorang laki-laki salat tidak hanya sekedar menutup aurat, namun ia salat dengan pakaian yang rapi, yang baik yang menutup sebagian besar tubuhnya. Padahal aurat laki-laki hanya sebatas daerah antara kedua lutut dan pusarnya.

Ihsan secara harfiah berarti kebaikan sebagai perilaku, bukan sekadar pengetahuan tentang kebaikan sebagai etika. Ihsan dapat menjadi alternatif di tengah krisis akhlak di mana kebaikan hanya sebatas pengetahuan atau jargon tentang kebaikan, tidak sampai pada tindakan atau aksi nyata. Sedangkan kita sering menyaksikan adanya pelanggaran hukum yang justru dilakukan oleh orang yang telah \’mengerti\’ ketentuan dan peraturan itu sendiri.

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ 

Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat.” (QS. 16. An-Nahl; 90)

Ihsan mengandung makna lebih luas dari sekadar adil karena adil hanya memenuhi hak kepada pemiliknya tanpa melewati batas atau menguranginya. Sedangkan kandungan makna ihsan mencakup pengertian kelapangan hati untuk menginisiasi perbuatan baik, bahkan kepada orang yang berbuat buruk pada kita. Kesempurnaan keimanan tidak dapat diraih tanpa akhlak. Sedangkan akhlak adalah manifestasi dan bukti keimanan, bukan sekadar etika yang berisi pengetahuan akan baik dan buruk.

Rasulullah bersabda \”Orang pilihan di antara kalian adalah mereka yang paling baik akhlaknya,\” (HR Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi). Kemudian saat Haji Wada‘ Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam bersabda, \”Orang yang beriman (Mukmin) adalah orang baik yang mana keselamatan jiwa dan harta banyak orang (orang lain selain dirinya) terjaga dari kejahatannya.\” (HR At-Tirmidzi, An-Nasai, Ibn Majah, Ahmad, Al-Hakim, Ath-Thabarani, Ibn Hibban, Al-Baihaqi).

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Fiqh Mualaf / Salahudin El Ayyubi, L.C., M.A, dkk. Jakarta : Pusat Kajian Strategis – Badan Amil Zakat Nasional (PUSKAS BAZNAS), 2020. h.21-22

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top