Kitab-kitab tafsir Al-Qur’an yang disusun para ulama merupakan salah satu sumber pokok bagi kita untuk mendalami makna yang terkandung dalam al-Qur’an.
Namun, oleh karena buku-buku tafsir demikan banyak dan beragam, maka daftar berikut ini difokuskan pada buku-buku tafsir dengan metode bil-ma’tsur. Yaitu model tafsir yang mengetengahkan riwayat-riwayat hadis sebagai dasar penafsiran yang juga memuat asbàbun-nuzùl (latar belakang turunnya ayat al-Qur’an)sebagai upaya untuk memahami situasi dan kondisi masyarakat pada zaman Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Di antara buku-buku tafsir itu adalah:
a. Jàmi‘ al-Bayàn atau Tafsìr at-Thabari. Buku ini karya Muhammad bin Jarìr at-Thabari (w. 310 H). Meski tidak sepenuhnya penafsirannya berdasarkan riwayat, dapat dikatakan bahwa sebagian besar pola penafsiran at-Thabari, didasarkan atas penjelasan asbàbun-nuzùl, bersandarkan riwayat baik hadis, pendapat sahabat, tabi’in, dan sebagainya. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Muhammad bin Jarìr at-Thabari, Jami‘ al-Bayàn ‘an Ta’wìl Ày Al-Qur’àn, (Kairo: Dàr as-Salàm, 2007);
b. Tafsìr Ibni Abì Hàtim. Buku ini ditulis oleh Abù Muhammad ‘Abdurrahmàn bin Muhammad bin Idrìs (w. 327 H). Sebagaimana Tafsìr at-Thabari, riwayat-riwayat hadis Nabi, pendapat sahabat dan tabi’in juga mendapat perhatian besar dalam menafsirkan Al-Qur’an. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Abdurrahmàn bin Muhammad bin Idrìs, Tafsìr Ibni Abì Hàtim, (Saida: al-Maktabah al-Asriyyah, 2000);
c. Tafsìr aš-Ša‘labi. Penyusun tafsir ini adalah Ahmad bin Muhammad bin Ibràhìm an-Naisàbùri (w. 427 H). Karena banyaknya kisah dan riwayat yang digunakan aš-Ša‘labi dalam tafsirnya ini, para ulama menyatakan bahwa aš-Ša‘labi banyak mengutip kisah-kisah Isrà’ìliyyàt. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Ahmad bin Muhammad bin Ibràhìm an-Naisàbùri, al-Kasyf wa al-Bayàn, (Beirut: Dàr Ihyà’ at-Turàš al-‘Arabi, 2002);
d. Tafsìr al-Baghawi. Penulisnya adalah al-Husain bin Mas‘ùd al-Baghawi (w. 516 H). Menurut Ibnu Taimiyah, tafsir ini merupakan ringkasan dari Tafsìr aš-Ša‘labi. Sebagaimana pendahulunya, tafsir ini juga memakai metode penafsiran bil-ma’tsur. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: al-Husain bin Mas‘ùd al-Baghawi, Ma‘àlim at-Tanzìl, (Beirut: Dàr al-Ma‘rifah, 2004);
e. Tafsìr Ibni Katšìr. Tafsir ini ditulis oleh Ismà‘ìl bin ‘Umar bin Katšìr (w. 774 H). Selain Tafsìr at-Thabari, barangkali tafsir inilah yang paling masyhur, terutama di antara tafsir-tafsir yang menggunakan metode bil-ma’tsur. Sebagaimana at-Thabari, Ibnu Katšìr juga mencurahkan perhatiannya untuk mengemukakan riwayat-riwayat, baik dari hadis Nabi maupun pendapat para sahabat, sambil sesekali berkomentar terhadap kualitas riwayat yang dikemukakannya. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Ismà‘ìl bin ‘Umar bin Katšìr, Tafsìr Ibni Katšìr, (Kairo: Dàr al-Hadìš, 2008);
f. Tafsìr ad-Durr al-Manšùr. Tafsir ini disusun oleh Jalàluddìn as-Suyùthi (w. 911 H). Menurut penulisnya, tafsir ini merupakan ringkasan dari tafsir yang ditulis sebelumnya, yaitu Turjumàn Al-Qur’àn. Karena menurut as-Suyùthi, Turjumàn dianggap terlalu luas sehingga memakan waktu untuk diselesaikan, beliau meringkasnya dengan cara membuang rangkaian sanad-nya sehingga menjadi lebih sederhana. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Jalàluddìn as-Suyùthi, ad-Durr al-Manšùr fì at-Tafsìr bi al-Ma’tšùr, (Beirut: Dàr al-Fikr, 1993).
Namun riwayat-riwayat hadis dalam kitab-kitab tafsir tersebut juga masih beragam kualitasnya; ada yang shahih, hasan, dha‘ìf, dan juga maudhù‘.Selain kitab-kitab tafsir tersebut di atas, masih terdapat beberapa kitab tafsir lainnya yang juga meriwayatkan asbàbun-nuzùl sebagai penopang penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Di antaranya Tafsìr ar-Ràzì, Tafsìr al-Qurthubi, Tafsìr aí-Tabarsi, at-Tahrìr wat-Tanwìr, dan sebagainya.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Asbabun nuzul : kronologi dan sebab turun wahyu Al-Quran – Cet. 2 / Muchlis M. Hanafi / Jakarta : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2015. h. 35-37
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.