Berikut adalah beberapa kitab yang merupakan sumber pokok dalam mempelajari hadis-hadis Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam:
a. al-Muwatta’. Buku ini disusun oleh Imam Mà lik bin Anas (w. 179 H), yang disusun dengan berdasarkan bab-bab tertentu. Selain memuat hadis-hadis yang sanadnya bersambung hingga Rasulullah, buku ini juga memuat pendapat beberapa sahabat dan fatwa dari kalangan tabi’in. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Mà lik bin Anas, al-Muwatta’, (Kairo: Dà r Ihyà ’ at-Turats al-‘Arabi, 1994);
b. al-Musnad. Buku ini karya Imam Ahmad bin hanbal (w. 241 H). Dikatakan terdapat lebih dari 30.000 hadis yang diriwayatkan dalam buku ini. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas hadis yang disampaikan berbeda-beda; baik shahih, hasan, dha’if, munkar, bahkan maudhù‘. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, (Beirut: Mu’assasah ar-Risà lah, 2001);
c. al-Musnad al-Jà mi‘ atau dikenal dengan Sunan ad-Dà rimi. Buku ini ditulis oleh Imam ‘Abdullà h bin ‘Abdurrahmà n ad-Dà rimi (w. 255 H). Musnad ini berisi hadis-hadis Nabi, pendapat para sahabat, tabi’in, dan para ulama lainnya. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Abdullà h bin ‘Abdurrahmà n ad-Dà rimi, Sunan ad-Dà rimi, (Beirut: Dà r al-Kità b al-‘Arabi, 1407 H);
d. al-Jami‘ al-Musnad as-Shahih atau Shahih al Bukhari. Buku ini merupakan karya Imam Muhammad bin Ismà ‘ìl al-Bukhà ri (w. 256 H). Sesuai dengan namanya, buku tersebut memuat hadis-hadis sahih yang merupakan hasil seleksi al-Bukhà ri dari sekitar 600 ribu hadis yang ditelitinya selama lebih kurang 16 tahun. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Muhammad bin Ismà ‘ìl al-Bukhà ri, Shahih al-Bukhà ri, (Beirut: Dà r Ibni Katšìr, 1987);
e. Shahih Muslim. Buku ini disusun oleh Imam Muslim bin al-Hajjà j an-Naisà bùri (w. 261 H). Para ulama menempatkan buku ini bersama buku Shahih karya Imam al-Bukhà ri sebagai buku hadis yang memiliki kualitas paling tinggi derajat kesahihannya. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Muslim bin al-Hajjà j an-Naisà bùri, Shahih Muslim, (Beirut: Dà r Ihyà ’ at-Turats al-‘Arabi, 1986);
f. Sunan Abì Dà ùd. Buku ini ditulis oleh Imam Sulaimà n bin al-Asy‘aš Abù Dà ud as-Sijistà ni (w. 275 H). Jumlah hadis yang termuat dalam buku ini sekitar 4.800 hadis yang dibagi dalam beberapa kità b dan bab. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas hadis yang disampaikan berbeda-beda. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Sulaimà n bin al-Asy‘aš as-Sijistà ni, Sunan Abì Dà ùd, (Beirut: Dà r al-Fikr, t.th.);
g. al-Jà mi‘ atau Sunan at-Tirmidži. Buku ini disusun oleh Imam Muhammad bin ‘Ìsà as-Sulami at-Tirmidži (w. 279 H). Di antara keistimewaan buku ini dibanding buku-buku hadis lainnya, menurut sebagian ulama, adalah sistematikanya yang lebih teratur, tidak ada pengulangan dalam pencantuman hadis, menyebutkan mazhab fikih berikut argumentasinya masing-masing, dan penjelasan kualitas hadis-hadis yang diriwayatkannya. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Muhammad bin ‘Ìsà at-Tirmidži, Sunan at-Tirmiži, (Beirut: Dà r Ihyà ’ at-Turats al-‘Arabi, 1986);
h. al-Mujtabà min as-Sunan atau lebih dikenal dengan Sunan an-Nasà ’i. Buku ini karya Imam Ahmad bin Syu‘aib al-Khurasà ni an-Nasà ’i (w.303 H). Dikatakan Al-Mujtabà ini merupakan edisi revisi atau versi pendek dari buku an-Nasà ’i sebelumnya, as-Sunan al-Kubrà , dan dimaksudkan hanya untuk memuat hadis-hadis sahih. Menurut sebagian ulama, al-Mujtabà juga dalam periwayatannya ternyata masih memuat beberapa hadis-hadis dengan kualitas hasan dan dha’if. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Ahmad bin Syu‘aib an-Nasà ’i, Sunan an-Nasà ’i/al-Mujtabà , (Damaskus: Maktab al- Matbù‘à t al-Islà miyyah, t.th.);
i. Sunan Ibni Mà jah. Buku ini ditulis oleh Imam Muhammad bin Yazìd bin Mà jah (w. 273 H). Buku ini menjadi salah satu dari empat buku hadis terkenal yang disusun menggunakan model sunan. Jumlah hadis yang termuat di dalamnya sekitar 4.000 hadis yang disusun berdasarkan bab-bab fikih. Nama Pengarang, Judul Kitab & Penerbit di era sekarang: Muhammad bin Yazìd bin Mà jah, Sunan Ibni Mà jah, (Beirut: Dà r al-Fikr, 1984).
Beberapa catatan terkait sumber-sumber tersebut diatas:
- Selain Shahih al-Bukhà ri dan Shahih Muslim, beberapa kitab masih tercampur dengan riwayat-riwayat yang hasan, dha’if, bahkan maudhù‘.
- Dalam kitab-kitab tersebut diatas, pada umumnya informasi tentang asbà bun-nuzùl (latar belakang turunnya ayat al-Qur’an) terserak. Hanya sebagian kecil saja yang dikelompokkan dalam bab yang khusus membahas tafsir.
- Sumber-sumber yang membahas asbà bun-nuzùl tidak terbatas pada buku-buku tersebut, terlepas dari adanya persamaan atau perbedaan riwayat-riwayat di antara berbagai literatur hadis tersebut.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Asbabun nuzul : kronologi dan sebab turun wahyu Al-Quran – Cet. 2 / Muchlis M. Hanafi / Jakarta : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2015. h. 33-35
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.