

Dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan tidak dapat diprediksi, pengelolaan risiko bencana menjadi salah satu prioritas utama bagi komunitas internasional. Salah satu instrumen utama yang diadopsi secara luas untuk memperkuat upaya tersebut adalah Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015–2030. Instrumen ini dirancang khusus untuk mengurangi risiko bencana yang ada, mencegah timbulnya risiko baru, dan meningkatkan ketahanan masyarakat di seluruh dunia.
Latar Belakang dan Tujuan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR)
Sendai Framework resmi diadopsi pada Konferensi PBB tentang Pengurangan Risiko Bencana ke-3 di Sendai, Jepang, pada tanggal 18 Maret 2015. Framework ini merupakan kelanjutan langsung dari Hyogo Framework for Action (HFA) 2005–2015, yang telah memberikan dasar bagi penguatan kapasitas pengurangan risiko bencana selama satu dekade sebelumnya. SFDRR disusun sebagai bagian dari agenda pembangunan global pasca-2015 dan dirancang untuk menyelaraskan pengurangan risiko bencana dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.
Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) menetapkan empat prioritas strategis utama yang menjadi landasan dalam pengelolaan risiko bencana secara global:
- Memahami Risiko Bencana: Meningkatkan pemahaman tentang risiko bencana dalam semua dimensinya melalui pengumpulan data, analisis kerentanan, paparan bahaya, serta peningkatan kapasitas informasi yang mudah diakses.
- Memperkuat Tata Kelola Risiko Bencana untuk Mengelola Risiko Bencana: Memperkuat tata kelola dan kelembagaan di tingkat lokal, nasional, regional, dan global guna memastikan koordinasi, regulasi, dan perencanaan pembangunan yang efektif dan tahan bencana.
- Berinvestasi dalam Pengurangan Risiko Bencana untuk Ketangguhan: Mendorong investasi publik dan swasta dalam tindakan struktural maupun non-struktural (seperti infrastruktur tahan gempa/banjir) guna meningkatkan ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.
- Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana untuk Respons yang Efektif, dan ‘Membangun Kembali dengan Lebih Baik’ (Build Back Better) dalam Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi: Memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal serta memanfaatkan momentum pemulihan pasca-bencana untuk membangun infrastruktur dan sistem sosial yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya.
7 Target Global 2030
Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) menetapkan tujuh target spesifik yang harus dicapai secara global hingga tahun 2030:
- Target A: Menurunkan angka kematian akibat bencana global.
- Target B: Menurunkan jumlah orang yang terdampak bencana secara global.
- Target C: Mengurangi kerugian ekonomi langsung akibat bencana terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global.
- Target D: Mengurangi kerusakan akibat bencana pada infrastruktur penting dan gangguan layanan dasar (termasuk fasilitas kesehatan dan pendidikan).
- Target E: Meningkatkan jumlah negara yang memiliki strategi pengurangan risiko bencana nasional dan lokal pada tahun 2020.
- Target F: Meningkatkan kerja sama internasional secara substansial bagi negara-negara berkembang.
- Target G: Meningkatkan ketersediaan dan akses masyarakat terhadap sistem peringatan dini multi-bahaya serta informasi risiko bencana.
Fokus Utama dan Strategi Implementasi Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR)
- Penguatan Sistem Informasi Risiko Bencana: Pengumpulan data akurat menggunakan teknologi Geographic Information System (GIS) dan sensor canggih secara real-time.
- Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana: Mengintegrasikan standar konstruksi yang tahan terhadap ancaman fisis ke dalam perencanaan tata ruang kota.
- Kesiapsiagaan dan Respons Komunitas: Pelatihan berkala, simulasi evakuasi, dan optimalisasi sistem peringatan dini multi-bahaya.
- Pemulihan Berkelanjutan: Keterlibatan aktif komunitas lokal dalam rekonstruksi fasilitas publik dan pemulihan roda ekonomi.
Peran Pemangku Kepentingan dan Tantangan
Implementasi SFDRR menuntut kemitraan inklusif dari berbagai pihak (all-of-society approach), mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat adat. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa pengurangan risiko bencana menjadi bagian integral dari pembangunan nasional.
Meskipun kemajuan telah dicapai, dunia masih menghadapi ketimpangan kapasitas antar-negara, keterbatasan dana, serta krisis iklim yang memperparah bencana hidrometeorologi. Namun, akselerasi inovasi teknologi digital dan AI membuka peluang mitigasi yang jauh lebih efektif.
Kesimpulan
Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR merupakan instrumen strategis yang mendasari gerakan global dalam membangun peradaban yang tangguh. Melalui komitmen politik, investasi berkelanjutan, dan aksi nyata di tingkat tapak, dunia dapat meminimalisir dampak buruk bencana demi menciptakan masa depan yang lebih aman, inklusif, dan tangguh bagi generasi mendatang. Upaya bersama seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam menerapkan prinsip-prinsip SFDRR demi masa depan yang berkelanjutan.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi dunia dan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
#Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR)
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.