Kata az-Zalzalah berarti ‘Kegoncangan’. Namanya yang dikenal pada masa sahabat Nabi adalah surah Idza Zulzilat. Ibn ‘Umar berkata bahwa: “Idza Zulzilat turun ketika saat itu Abu Bakar Radiallahu Anhu sedang duduk menangis.” Dalam beberapa Mushaf namanya yang tercantum adalah surah az-Zilzal atau Zulzilat. Semua nama tersebut terambil dari ayatnya yang pertama.
Surah ini terdiri dari 8 ayat, sedangkan menurut para pakar bacaan Kufah beranggapan bahwa jumlah ayatnya 9 karena mereka menjadikan ayat ke-6 sebagai dua ayat.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa surah ini turun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah (Makkiyah). Kandungannya berbicara tentang salah satu prinsip pokok akidah, mendukung pendapat ini. Ada pula yang berpendapat bahwa ayat 7 dan 8 adalah Madaniyah, tetapi pendapat ini tidak didukung oleh banyak ulama. Surah ini merupakan surah yang ke-94 dari segi masa turunnya setelah surah an-Nisa (Ini bagi mereka yang menilainya sebagai surah Madaniyah).
Tema utama surah ini adalah uraian tentang hari Kiamat dan apa yang akan dialami manusia ketika itu, di mana akan terbuka segala persoalan dan menjadi nyata apa yang tersembunyi. Demikian kesimpulan banyak ulama termasuk Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.