Surah ini terdiri dari 11 ayat. Kata al-‘Adiyat berarti ‘Yang berlari kencang’, diambil dari ayat pertama.
Surah ini diperselisihkan masa turunnya, apakah setelah hijrahnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam atau sebelumnya. Namun, mayoritas ulama berpendapat surah ini adalah Makkiyyah dan merupakan surah yang ke-13 atau ke-14 dari segi perurutan turunnya, sesudah surah al-‘Ashr dan sebelum surah al-Kautsar.
Diawali dengan sumpah dengan kuda perang, surah ini menguraikan tentang kerugian yang akan dialami oleh mereka yang tidak bersyukur dan sangat mencintai gemerlapan duniawi lagi kikir. Padahal kelak akan dibangkitkan di hari Kemudian.
Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i tujuan utamanya adalah pemberitaan tentang kerugian kebanyakan manusia pada hari terjadinya zalzalah yakni Kiamat yang dibicarakan oleh surah yang lalu. Ini karena mereka itu lebih memilih kemuliaan duniawi dan harta benda dibanding dengan apa yang kekal di sisi Allah Subhanahu Wa Ta\’ala.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.