Surah ini terdiri dari 25 ayat, termasuk kelompok surah Makkiyah. Kata al-Insyiqaq berarti ‘Terbelah‘, yang diambil dari ayat pertama. Namanya yang dikenal pada masa sahabat Nabi adalah surah Idza as-Sama’ insyaqqat.
Imam Malik meriwayatkan sebagaimana tercantum dalam al-Muwaththa’ bahwa Abu Salamah berkata: Sahabat Nabi, Abu Hurairah, sujud ketika membaca surah Idza as-Sama’ Insyaqqat. Setelah selesai Abu Hurairah menjelaskan kepada mereka bahwa Rasulullah pun sujud ketika membacanya.
Surah ini dinilai sebagai surah yang ke-83 dari segi urutan turunnya, sesudah surah al-Infithar dan sebelum surah ar-Rum. Jumlah ayat-ayatnya menurut cara perhitungan ulama Mekah, Madinah dan Kufah sebanyak 25 ayat, dan menurut cara perhitungan ulama Bashrah sebanyak 23 ayat.
Surah ini menjelaskan pada hari Kiamat, langit akan terbelah serta bumi dikeluarkan isinya hingga kosong. Penjelasan ini sebagai peringatan bagi manusia agar taat kepada Allah, dan memperoleh ganjaran sesuai amalnya. Bahwa orang yang beriman akan mendapat pahala yang tak pernah putus.
Tema utama surah ini menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i adalah penjelasan menyangkut uraian akhir surah yang lalu (al-Muthaffifin) yaitu bahwa hamba-hamba Allah yang mendekatkan diri kepada-Nya akan memperoleh kenikmatan. Sedang musuh-musuhnya akan tersiksa, karena tidak mempercayai adanya hari Kebangkitan, ketika manusia diperhadapkan dengan Tuhan Sang Maha Raja mereka. Serupa dengan hamba sahaya yang diperhadapkan kepada Raja atau Penguasa lalu dijatuhi putusan; ada yang memperoleh ganjaran baik dan ada juga yang disiksa. Nama surah ini al-Insyiqaq menunjuk hal itu.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.s
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.