Mukaddimah Qur’an Surah 81. at Takwir

Surah ini terdiri dari 29 ayat, termasuk ke dalam golongan surah Makkiyah. Dinamai at-Takwir yang berarti ‘Digulung’, diambil dari ayat pertama. Merupakan surah ke-7 yang diterima, sesudah turunnya surah al-Fatihah dan sebelum surah al-A‘la (Sabbihisma).

Dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Sunan at-Tirmidzi, penafsiran kedua ulama itu terhadap ayat-ayat surah ini mereka letakkan di bawah judul surah Idza asy-Syamsu Kuwwirat. Tidak ditemukan riwayat yang bersumber dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam yang menjelaskan nama surah ini.

Dalam Sunan at-Tirmidzi dan Ahmad melalui sahabat Nabi, Ibn ‘Umar Radiallahu Anhu, ditemukan bahwa Nabi bersabda: “Siapa yang ingin melihat hari Kiamat bagaikan melihatnya dengan pandangan mata kepala, maka hendaklah dia membaca Idza asy-Syamsu Kuwwirat, dan Idza as-Sama’ Infatharat dan Idza as-Sama’ Insyaqqat”.

Tujuan utama surah ini adalah uraian tentang hari Kiamat. Kesucian al-Qur’an, kekuatan dan amanah malaikat Jibril yang menurunkannya serta kebenaran Nabi Muhammad yang menerimanya  dan balasan yang akan diterima masing-masing orang. Tidak ada jalan yang akan menyelamatkan manusia kecuali jalan menuju Allah dengan beriman dan beramal saleh.

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i menulis bahwa tujuan utama surah ini adalah ancaman keras atas siksa yang akan terjadi di hari Kiamat. Ancaman itu ditujukan kepada siapa pun yang mengingkari kebenaran al-Qur’an yang merupakan peringatan, dan yang tertulis di lembaran-lembaran yang dimuliakan, ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis, utusan serta duta Allah (baca surah yang lalu, QS. 80. ‘Abasa; 13-16). Al-Qur’an yang disampaikan melalui utusan yang mulia yakni malaikat Jibril yang mempunyai kekuatan, dan kedudukan tinggi di sisi Allah Subhanahu Wa Ta\’ala, Pemilik Arsy  (ayat 19-21 surah ini). Namanya at-Takwir (penggulungan matahari) merupakan petunjuk yang jelas tentang tujuan utama itu.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top