Surah ini terdiri dari 20 ayat, Dinamakan al-Muzzammil yang berarti ‘Orang yang Berselimut’, diambil dari ayat pertama. Jumlah ayat-ayatnya menurut cara perhitungan ulama Madinah 18 ayat, ulama Bashrah sembilan belas dan selain mereka 20 ayat.
Surah al-Muzzammil , kecuali ayat akhirnya, merupakan salah satu surah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. berhijrah ke Madinah (Makkiyah). Demikianlah kesepakatan Ulama. Ada yang berpendapat bahwa akhir ayat surah ini pun turun di Mekah setahun setelah turunnya awal surah. Akan tetapi pendapat ini mengandung kemusykilan karena pada ayat terakhir itu disebutkan tentang adanya kaum muslimin yang berperang, padahal peperangan baru terjadi pada tahun kedua dari hijrah Nabi ke Madinah.
Jika kita berkata bahwa surah ini Makkiyah, maka itu tidaklah mutlak berarti bahwa surah ini atau bagian awal dari ayat-ayatnya merupakan wahyu ketiga yang diterima Nabi setelah awal surah Iqra’ dan surah al-Qalam. Memang banyak ulama berpendapat demikian, berdasarkan beberapa riwayat yang menjelaskan sebab turunnya.
Antara lain bahwa suatu ketika Rasulullah sedang berjalan, tiba-tiba beliau mendengar suara dari atas, dan ketika beliau mengarahkan pandangan ke langit, beliau melihat malaikat yang datang kepadanya di Gua Hira. Rasa takut yang mencekam melihat malaikat, atau mengingat peristiwa di Gua Hira di mana beliau ketika itu dipeluk sedemikian kerasnya oleh malaikat sehingga terasa bagaikan nyawanya telah akan putus, menyebabkan beliau tergesa-gesa kembali dan meminta untuk diselimuti. Ketika itu turunlah awal surah ini, atau dalam riwayat yang lain awal surah al-Muddassir.
Menurut Prof M. Quraish Shihab, pendapat yang menyatakan bahwa awal surah ini termasuk wahyu-wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad, bukanlah hal yang sulit untuk dibuktikan, melihat kandungannya yang sejalan dengan kandungan wahyu-wahyu pertama yang semuanya merupakan bimbingan dan petunjuk praktis demi suksesnya misi dakwah. Tetapi menyatakan bahwa surah ini merupakan wahyu ketiga atau keempat tidaklah mudah untuk membuktikannya, bahkan mungkin justru sebaliknya. Apalagi dengan adanya riwayat lain yang mengisyaratkan bahwa ayat-ayat pertama surah ini justru turun menanggapi sikap Nabi dan kaum musyrikin setelah turunnya sekian banyak ayat al-Qur’an.
Sahabat Nabi, Jabir Ibn Abdillah Radiallahu Anhu, menceritakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrikin berkumpul di balai pertemuan ‘Dar an-Nadwah’ membahas keadaan Nabi apakah beliau seorang tukang tenung ataiu penyihir atau gila, dan ketika Nabi mendengar kesimpulan mereka, beliau sangat sedih sehingga menyendiri dan berselimut.
Dari riwayat di atas dapat dipahami bahwa pembicaraan tokoh-tokoh kaum musyrikin tersebut tentunya setelah sekian banyak ayat-ayat al-Qur’an yang turun dan dengan demikian sulit untuk diterima pendapat yang menyatakan bahwa wahyu ini adalah wahyu ke 3 atau ke 4. Demikian penjelasan Prof M. Quraish Shihab
Tema utama surah ini adalah bimbingan kepada Nabi agar mempersiapkan mental untuk menerima tugas penyampaian risalah serta rintangan-rintangannya, sekaligus ancaman kepada para pengingkar kebenaran. Diantaranya dengan perintah melakukan zikir di malam hari, juga dengan ketabahan dan istiqomah dalam menyampaikan Haq. Ini juga merupakan anjuran kepada umat muslim untuk memperbanyak salat malam, berjihad, membaca al-Qur’an, berzakat dan sedekah, serta memohon ampunan kepada Allah.
Tujuan utamanya menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i adalah informasi bahwa amal-amal kebajikan menampik rasa takut dan menolak marabahaya. Meringankan beban, khususnya bila amal kebajikan berupa kehadiran (berdzikir ataupun salat) serta berkonsentrasi mengabdi kepada-Nya pada kegelapan malam. Namanya al-Muzzammil (Yang berselimut) menunjukkan tema dan tujuan pokok itu.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya..
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.