Mukaddimah Qur’an Surah 36. Yasin

Surah ini menurut ulama Kufah terdiri dari 83 ayat, ada juga yang mengatakan 82 ayat. Dinamakan Yasin, diambil dari ayat pertama. Merupakan surah ke-41 dari perurutan turunnya, sesudah al-Jinn dan sebelum al-Furqan yakni sebelum terjadinya Isra’Mi’raj, dan termasuk golongan surah Makkiyah.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ayat 12 turun di Madinah berkaitan dengan keinginan Bani Salamah meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka menuju Masjid Nabawi. Riwayat ini, walaupun dinilai shahih tidak berarti bahwa ayat tersebut turun di Madinah. Bisa saja Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam hanya menyampaikan kepada mereka kandungan ayat tersebut.

Ada juga yang menamainya surah Habib an-Najjar karena sebagian riwayat menyatakan bahwa tokoh itulah yang dimaksud oleh ayat 26 “Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas.”  Tetapi penamaan ini tidak memiliki riwayat yang kuat.

Dikenal juga dengan nama Qalbu al-Qur’an/jantung al-Qur’an. Penamaan demikian berdasar satu hadis yang diriwayatkan at-Tirmidzi. Tetapi dinilainya sebagai hadis gharib, bahkan banyak ulama menilai dha’if  Menurut Imam Ghazali, penamaan itu disebabkan surah Yasin menekankan uraiannya tentang hari Kebangkitan. Karena keimanan baru dinilai benar jika seseorang mempercayai hari kebangkitan, yang mendorong manusia beramal saleh lagi tulus.

Rasulullah bersabda “Iqra’u ‘ala mautakum Yasin/Bacakanlah surah Yasin bagi mautakum (HR. an Nasa’I melalui Ma’qil Ibn Yasar, dan diriwayatkan juga oleh Ibn Majah dll). Kata mautakum dipahami oleh banyak ulama dalam arti orang yang sedang akan mati. Ada juga yang memahaminya dalam arti orang yang telah mati.

Uraiannya adalah penanaman akidah, baik yang berkaitan dengan keesaan Allah Subhanahu Wa Ta\’ala dan risalah kenabian, maupun kebenaran al-Qur’an dan keniscayaan Kiamat. Tema utamanya adalah menjelaskan tentang hari kebangkitan dengan menguraikan bukti-bukti keniscayaannya serta sanksi dan ganjaran yang menanti manusia. Berupa peringatan agar jangan mengikuti bujukan setan (ayat 60). Perlunya memperhatikan kebinasaan bangsa yang telah berlalu, padahal mereka hanya berasal dari setetes mani (ayat 77). Segala yang di alam berada dalam kekuasaan-Nya  (ayat 83)dan semuanya pasti kembali kepada-Nya

Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘I tujuan utama surah ini adalah pembuktian tentang risalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, itulah yang merupakan ruh wujud ini dan jantung semua hakikat. Dengannya tegak lurus dan menjadi baik segala persoalan. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam diutus sebagai pemimpin para rasul, sedang rasul-rasul adalah kalbu semua wujud. Rasulullah diutus dari mekkah yang merupakan kalbu dan pusat bumi, beliau berasal dari suku Quraisy yang merupakan kalbu dari bangsa Arab dan manusia. Demikian sesuai dengan namanya, Yasin dan Qalb al-Qur’an. Juga adalah ad-Dafi’ah/yang menampik, dan mendukung, ad-Qadhiyah/yang menetapkan, karena siapa yang mempercayai risalah kenabian, kepercayaannya itu menampik segala mara bahaya, serta disamping mendukung dan menetapkan untuknya aneka kebajikan dan memberi apa yang diharapkan. Demikian penjelasan al-Biqa’i.

Pakar tafsir dan hadits, Ibn Katsir berpendapaat bahwa salah satu keistimewaan utama surah ini adalah kemudahan yang terlimpah bagi pembacanya saat menghadapi setiap kesukaran. Karena itu membacakannya pada orang yang akan wafat mengantar kepada kemudahan keluarnya ruh serta melimpahnya rahmat dan berkah ilahi kepada yang bersangkutan.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top