Surah Yunus terdiri dari 109 ayat, dinilai oleh mayoritas ulama sebagai surah yang seluruh ayatnya turun sebelum Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam berhijrah ke Madinah (Makkiyah).
Ada beberapa ulama yang mengecualikan sekian ayat. Imam Al-Qurthubi meriwayatkan bahwa ayat 104, 105, 106 turun di Madinah. Ada juga yang berpendapat hanya ayat 104 dan 105. Pendapat lain hanya satu ayat yaitu ayat 40, yang mereka duga isi ayat tersebut berbicara tentang orang-orang Yahudi yang bermukim di Madinah.
Menurut Prof. M. Quraish Shihab , Pengecualian yang mereka lakukan itu lebih banyak berdasar pada penafsiran. padahal tidak selalu uraian tentang masyarakat Madinah, harus menjadikan ayat yang membicarakannya turun di sana. Di sisi lain, kandungan surah ini serupa dengan kandungan surah-surah yang turun sebelum hijrah. Berbicara tentang bukti keesaan Allah Subhanahu Wa Ta\’ala, keniscayaan hari Kemudian serta bukti kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Ilahi.
Surah ini merupakan wahyu ke 51 dari urutan surah-surah al-Qur’an yang diterima Rasulullah. Ia turun sesudah surah al-Isra’ dan sebelum surah Hud. Thahir Ibn ‘Asyur memperkirakan bahwa surah ini turun pada tahun XI (sebelas) setelah kenabian atau dua tahun sebelum hijrah.
Dinamakan surah Yunus karena kisah kaum nabi Yunus disebut di sini, apalagi kaum Nabi Yunus Alaihis Salam mempunyai pengalaman tersendiri. Umat beliau memanfaatkan peringatan Allah dan menyadari kesalahan mereka dan kemudian beriman (ayat 98), berbeda dengan umat nabi-nabi sebelumnya yang ketika diancam tetap membangkang.
Dijelaskan pula tentang tantangan Allah kepada yang menentang al-Qur’an untuk membuat satu surah tandingan. Allah pun menghibur Nabi Muhammad, karena tantangan yang beliau hadapi saat menghadapi kaum yang menentangnya, itu juga dialami oleh para nabi dan rasul yang lain, sehingga tidak perlu berkecil hati.
Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i tema utama surah ini adalah membuktikan bahwa kitab suci al-Qur’an benar-benar bersumber dari Allah Subhanahu Wa Ta\’ala, kandungannya penuh hikmah. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu menyusun dan menyamainya. Ini juga membuktikan bahwa Allah itu Esa dalam kekuasaan-Nya, tiada sekutu bagi-Nya dalam segala persoalan.
Seandainya Allah tidak Esa, maka tentulah keimanan kaum Nabi Yunus tidak akan berpengaruh terhadap jatuhnya bencana dan bila mereka tetap terkena becana (terkena murka-Nya) sebagaimana umat yang lain maka akan ada yang berkata bahwa hal tersebut adalah peristiwa yang biasa terjadi dan berada di luar kehendak Allah.
Surah Yunus ini merupakan surah pertama dari rentetan surah-surah yang dikenal dengan nama al-Mi’un, yakni yang ayat-ayatnya terdiri dari sekitar seratus ayat. Surah-surah sebelumnya yang dimulai dengan al- Baqarah hingga enam surah sesudahnya dinamai dengan as-Sab‘u ath-Thiwal (7 surah terpanjang).
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.