
Dalam dunia yang terus berkembang, di mana teknologi mendefinisikan interaksi manusia dan mobilitas menjadi suatu norma, konsep “sense of belonging” atau rasa memiliki semakin penting. Rasa memiliki ini bukan memiliki layaknya hak kepemilikan atas suatu benda, melainkan rasa keterhubungan, perasaan diterima, dihargai, dan diakui oleh orang lain, dalam komunitas ataupun kelompok tertentu.
Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi makna dari Sense of Belonging, mengapa penting bagi kesejahteraan individu, penerapannya di berbagai ranah kehidupan, serta bagaimana kita dapat menciptakannya dalam hidup kita dan sekitar kita.
Makna Sense of Belonging
Rasa memiliki adalah lebih dari sekadar memiliki tempat di antara orang lain. Ini adalah perasaan emosional yang mendalam—sebuah koneksi yang erat antara individu dan kelompoknya. Ketika seseorang merasa memiliki, mereka cenderung merasa lebih aman, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan hidup.
Psikolog Roy Baumeister dan Mark Leary dalam “The Belongingness Hypothesis” menyatakan bahwa manusia memiliki dorongan fundamental untuk membentuk hubungan interpersonal yang stabil dan bermakna. Dalam berbagai penelitian psikologis, rasa memiliki telah terbukti meningkatkan kesehatan mental, mengurangi tingkat depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kepuasan hidup secara keseluruhan. Sebaliknya, ketiadaan rasa memiliki sering kali menjadi akar dari perasaan kesepian kronis dan alienasi sosial di era modern.
Pentingnya Sense of Belonging
- Kesehatan Mental
Rasa memiliki berfungsi sebagai penguat kesehatan mental. Individu yang merasa diterima dan dihargai cenderung menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah dan lebih mampu menghadapi masalah. Di sisi lain, mereka yang merasa terasing atau tidak diterima sering mengalami dampak negatif pada kesehatan mental mereka. - Kepuasan Hidup
Hubungan yang positif dengan orang lain meningkatkan kepuasan hidup. Ketika kita merasa terhubung dengan orang lain, kita lebih bahagia dan puas dengan hidup kita. Cinta dan dukungan dari komunitas dapat memberikan motivasi untuk mengejar impian dan tujuan. - Pengembangan Diri
Dalam lingkungan yang mendukung, individu lebih berani mengambil risiko, mengeksplorasi bakat mereka, dan mencari pengalaman baru. Rasa memiliki menciptakan ruang di mana kita dapat tumbuh, belajar dari kesalahan, dan menjadi versi terbaik dari diri kita.
Sense of Belonging dalam Berbagai Ranah Kehidupan
- Dalam Lingkungan Keluarga:
Keluarga adalah fondasi pertama dan utama. Sense of belonging di sini tercipta ketika setiap anggota keluarga—baik anak maupun orang tua—merasa aman untuk mengekspresikan emosi tanpa takut ditolak. Sehingga anak pun tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka memiliki “rumah” emosional yang kokoh untuk selalu kembali. - Di Lingkungan Sekolah (Akademik):
Bagi pelajar, rasa memiliki di sekolah (school connectedness) sangat memengaruhi motivasi belajar. Siswa yang merasa diterima oleh guru dan teman sebaya menunjukkan performa akademik yang lebih baik dan risiko putus sekolah yang jauh lebih rendah. - Di Dunia Kerja (Profesional):
Dalam dinamika kerja modern (termasuk sistem remote atau WFH), sense of belonging adalah kunci retensi karyawan. Ketika karyawan merasa suara mereka didengar dan keberadaan mereka dihargai, produktivitas serta loyalitas terhadap perusahaan akan meningkat secara signifikan. - Dalam Komunitas (Hobi, Minat, atau Keagamaan):
Komunitas berbasis minat bertindak sebagai jembatan sosial yang menyatukan perbedaan. Sense of belonging tumbuh saat anggota baru disambut dengan hangat tanpa ospek yang intimidatif, serta ketika setiap orang diberikan peran penting (seperti kepanitiaan acara). Rasa dibutuhkan dalam menyukseskan tujuan bersama inilah yang mengikat komitmen antar-anggota. - Dalam Kehidupan Masyarakat (Kolektif & Lingkungan Sosial):
Pada skala yang lebih luas, rasa memiliki dalam masyarakat modern mewujud dalam bentuk solidaritas warga dan ruang publik yang inklusif. Contoh konkretnya adalah kegiatan gotong royong warga, sistem siskamling (keamanan lingkungan), atau penyediaan fasilitas ramah disabilitas di taman kota.
Sense of Belonging dalam Kajian Islam
Berbeda dari konsep psikologi sekuler yang sering kali melekatkan sense of belonging hanya pada kebanggaan kelompok (tribalism atau fanatisme golongan), Islam mengajarkan bahwa Allah SWT adalah pusat orientasi. Rasa memiliki sesama manusia dibingkai dengan cinta karena Allah, sehingga ketika ada dinamika sosial, seorang Muslim tetap berpijak pada nilai-nilai ilahiah yang menenangkan jiwa dan menghindarkan dari sifat egois serta ashabiyah (fanatisme golongan yang sempit).
Sense of belonging (rasa memiliki dan keterhubungan) dalam Islam diwujudkan atas:
1. Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan Sesama Muslim)
- Pengertian: Ikatan persaudaraan yang terjalin karena adanya kesamaan akidah dan agama Islam, tanpa memandang perbedaan suku, warna kulit, atau kewarganegaraan. Layaknya satu tubuh yang apabila salah satu bagian anggota tubuh sakit maka bagian tubuh lain pun akan ikut merasakan sakit.
- Tingkatan dalam Ukhuwah Islamiyah:
- Ta’aruf: Saling mengenal (fisik, latar belakang, dan kejiwaan).
- Tafahum: Saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- Ta’awun: Saling tolong-menolong dalam kebaikan.
- Takaful: Saling memberikan rasa aman, jaminan, dan menanggung beban sesama.
- Itsar: Sikap mendahulukan kepentingan saudara seiman dibanding kepentingan diri sendiri (puncak ukhuwah).
2. Ukhuwah Wathaniyah (Persaudaraan Kebangsaan)
- Pengertian: Ikatan persaudaraan yang tumbuh karena kesamaan tanah air, bangsa, atau negara (wathan), meskipun memiliki keyakinan atau agama yang berbeda.
- Esensi: Menjaga kebersamaan, persatuan, dan kerukunan antarwarga negara dalam membangun bangsa yang damai.
3. Ukhuwah Insaniyah / Basyariyah (Persaudaraan Kemanusiaan)
- Pengertian: Ikatan persaudaraan sesama umat manusia secara universal, karena seluruh manusia berasal dari asal-usul yang sama yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.
- Esensi: Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan keadilan kepada semua orang terlepas dari latar belakang agama, suku, maupun geografis
Menciptakan dan Meningkatkan Sense of Belonging
Dalam upaya untuk menciptakan rasa keterhubungan ini, kita bisa melakukannya dengan cara:
- Mengikuti Komunitas
Cara pertama untuk menciptakan rasa memiliki adalah dengan membangun dan terlibat dalam komunitas. Ini bisa berupa komunitas formal seperti klub, organisasi, atau komunitas digital. Ataupun, hubungan informal seperti persahabatan, dan hubungan antar tetangga juga sangat penting. Menghadiri acara-acara komunitas, bergabung dengan kelompok minat yang sama, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dapat membuka pintu untuk koneksi yang lebih dalam. - Mendengarkan dan Membagikan
Proses mendengarkan dan berbagi pengalaman adalah hal fundamental dalam membangun rasa memiliki. Ketika kita mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian (active listening), mereka merasa dihargai. Demikian pula, membagikan cerita pribadi tentang kesulitan atau pencapaian kita dapat menciptakan hubungan emosional yang kuat dan menurunkan ego. - Membangun Empati dan Inklusivitas
Empati adalah kunci untuk menciptakan rasa memiliki. Ketika kita berusaha untuk memahami perspektif orang lain dan merasakan apa yang mereka rasakan, kita menciptakan koneksi yang lebih mendalam. Menciptakan lingkungan yang inklusif berarti membuka pintu bagi perbedaan latar belakang, sehingga setiap individu merasa aman menjadi diri mereka sendiri tanpa takut dihakimi. - Memberikan Dukungan Timbal Balik
Menjadi sumber dukungan bagi orang lain juga meningkatkan rasa memiliki dalam suatu kelompok. Tindakan kecil, seperti memberi pujian, menawarkan bantuan, atau sekadar ada untuk mendengarkan, dapat membuat seseorang merasa diakui dan dihargai. Hubungan yang sehat adalah jalan dua arah yang saling memberi manfaat emosional.
Kesimpulan
Sense of belonging adalah bagian integral dari kehidupan manusia. Dalam era modern yang sering kali terasa terasing akibat interaksi digital yang superfisial, penting bagi kita untuk aktif menciptakan ruang di mana rasa memiliki dapat tumbuh. Dengan membangun komunitas, mendengarkan, berbagi, mengembangkan empati, dan memberikan dukungan, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup kita sendiri tetapi juga menyembuhkan kehidupan orang lain. Dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan penuh perhatian—baik di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun dalam komunitas—kita dapat memupuk rasa keterhubungan yang mendalam, memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan, sekaligus menciptakan dunia yang lebih baik.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi dunia dan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
