Scoping Review dan Systematic Review: Pengantar, Perbedaan, dan Proses Pelaksanaan

chess pieces on a scale
Photo by cottonbro studio on Pexels.com

Dalam dunia penelitian, khususnya dalam bidang kesehatan, ilmu sosial, dan ilmu lainnya, pengumpulan dan peninjauan literatur secara sistematis menjadi langkah penting untuk menyusun dasar pengetahuan yang kuat dan mengidentifikasi celah penelitian. Dua jenis tinjauan literatur yang umum digunakan adalah Scoping Review dan Systematic Review. Meskipun keduanya bertujuan untuk meninjau literatur secara komprehensif, keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan metodologi yang berbeda.


Pengertian dan Tujuan Scoping Review dan Systematic Review:

Scoping Review

Scoping review adalah jenis tinjauan literatur yang bertujuan untuk memetakan secara luas ruang lingkup penelitian terkait topik tertentu. Tinjauan ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis dan sumber data, konsep utama, teori, serta area yang masih kurang dieksplorasi. Biasanya dilakukan ketika bidang penelitian masih baru, kompleks, atau belum memiliki cukup bukti yang cukup untuk dilakukan meta-analisis.

Tujuan utama:

  • Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan literatur yang ada.
  • Menilai ruang lingkup dan cakupan penelitian.
  • Mengidentifikasi kekurangan dan celah penelitian.
  • Mengembangkan kerangka konseptual atau peta konsep.

Systematic Review

Systematic review adalah tinjauan literatur yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu. Biasanya dilengkapi dengan meta-analisis, yaitu penggabungan data kuantitatif dari studi berbeda untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih kuat.

Tujuan utama:

  • Menyediakan bukti ilmiah yang komprehensif dan terpercaya.
  • Menilai kualitas dan tingkat bukti dari studi yang ada.
  • Menjawab pertanyaan spesifik, seperti efektivitas intervensi tertentu.

Perbedaan Utama Scoping Review dan Systematic Review:

AspekScoping ReviewSystematic Review
TujuanPemetaan luas, identifikasi celah penelitianPenilaian mendalam terhadap bukti untuk menjawab pertanyaan spesifik
Pertanyaan penelitianUmumnya bersifat luas dan exploratifSpesifik dan terfokus
Kedalaman analisisLebih umum dan luasMendalam dan kritis
MetodologiLebih fleksibel, mengikuti kerangka tertentuSangat terstruktur dan mengikuti protokol ketat
Hasil yang diharapkanPeta konsep, identifikasi celah penelitianKesimpulan berbasis bukti, meta-analisis jika memungkinkan
Waktu dan sumber dayaLebih cepat dan kurang kompleksLebih lama dan membutuhkan keahlian tinggi

Proses Pelaksanaan Scoping Review dan Systematic Review:

Proses Scoping Review

  1. Identifikasi Pertanyaan dan Tujuan: Merumuskan pertanyaan umum yang ingin dipetakan.
  2. Pengembangan Protocol: Menyusun rencana kerja yang mencakup kriteria inklusi dan eksklusi, strategi pencarian, dan metode analisis.
  3. Pencarian Literatur: Menggunakan berbagai database dan sumber untuk mengumpulkan literatur terkait.
  4. Seleksi Studi: Menggunakan kriteria yang telah ditetapkan untuk memilih studi yang relevan.
  5. Ekstraksi Data: Mengumpulkan informasi utama dari studi yang terpilih, seperti jenis studi, metodologi, temuan utama.
  6. Klasifikasi dan Pemetaan: Mengelompokkan data berdasarkan tema, konsep, atau kategori tertentu.
  7. Pelaporan: Menyusun laporan yang menggambarkan peta literatur dan celah yang ada.

Proses Systematic Review

  1. Formulasi Pertanyaan Penelitian: Menggunakan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) atau lainnya.
  2. Pengembangan Protocol: Menyusun protokol yang mencakup kriteria inklusi/eksklusi, strategi pencarian, dan metode analisis.
  3. Pencarian Literatur: Melakukan pencarian mendalam di berbagai database dengan strategi yang terstandarisasi.
  4. Seleksi Studi: Menyeleksi studi berdasarkan kriteria, biasanya dilakukan oleh minimal dua penilai untuk meningkatkan reliabilitas.
  5. Penilaian Kualitas: Menggunakan alat penilaian kualitas studi untuk menilai risiko bias.
  6. Ekstraksi Data: Mengumpulkan data penting dari studi terpilih secara sistematis.
  7. Analisis dan Sintesis: Melakukan analisis statistik (meta-analisis) jika data memungkinkan, atau naratif synthesis.
  8. Pelaporan: Menyusun laporan lengkap dengan hasil, diskusi, dan kesimpulan berdasarkan bukti.

Kelebihan dan Kekurangan Scoping Review dan Systematic Review:
KelebihanKekurangan
Scoping Review:
– Cepat dan fleksibel– Tidak menilai kualitas studi secara mendalam
– Mengidentifikasi area penelitian yang kurang dieksplorasi– Hasilnya kurang cocok untuk rekomendasi kebijakan langsung
– Memberikan gambaran umum luas– Tidak menghasilkan bukti kuat seperti meta-analisis
Systematic Review:
– Memberikan bukti yang kuat dan terpercaya– Memerlukan waktu dan sumber daya besar
– Membantu pengambilan keputusan berbasis bukti– Terbatas pada pertanyaan yang spesifik
– Menilai kualitas dan risiko bias studi– Risiko bias tergantung pada kualitas studi yang diikutsertakan

Kesimpulan

Scoping review dan systematic review merupakan alat penting dalam kerangka penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pemilihan jenis tinjauan tergantung pada tujuan, ruang lingkup, dan tingkat kedalaman analisis yang diinginkan. Untuk tahap awal eksplorasi dan identifikasi celah, scoping review sangat membantu. Sebaliknya, untuk pengambilan keputusan berbasis bukti yang kuat, systematic review dengan meta-analisis menjadi pilihan utama.


Dalam dunia penelitian, memahami perbedaan dan proses pelaksanaan Scoping Review dan Systematic Review akan sangat membantu peneliti dalam menyusun studi yang berkualitas dan relevan.

Referensi dan Sumber Scoping Review dan Systematic Review

  • Arksey, H. and O’Malley, L. (2005) Scoping Studies: Towards a Methodological Framework. International Journal of Social Research Methodology Theory & Practice, 8, 19-32.
  • Moher, D., et al. (2009) Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis. The PRISMA Statement. PLOS Medicine, 6, e1000097.
  • Peters, M. D., et al. (2015). Guidance for conducting systematic scoping reviews. International Journal of Evidence-Based Healthcare, 13(3), 141-146.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah,


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top