Mukaddimah Qur’an Surah 97. al Qadr

Surah ini terdiri dari 5 ayat . Kata al-Qadr berarti ‘Kemuliaan’, diambil dari ayat pertama.  Ayat-ayat surah ini berjumlah 5 ayat menurut cara perhitungan ulama Madinah, Bashrah dan Kufah, dan 6 ayat menurut cara perhitungan ulama Mekah dan Syam. Surah ini diperselisihkan masa turunnya. Ada yang berpendapat turun sebelum Nabi berhijrah, ada juga yang berpendapat sesudahnya.

Kalau melihat kandungannya yang berbicara tentang Lailat al-Qadr yang merupakan salah satu malam di bulan Ramadhan (Puasa), serta kewajiban berpuasa yang baru ditetapkan pada tahun kedua Hijrah. Ulama yang menyatakan surah ini Madaniyah, menganggapnya turun sebelum surah al- Baqarah dan sesudah surah al-Muthaffifin. Sedangkan yang menyatakan surah ini Makkiyyah, menilainya sebagai surah yang ke-24 atau 25 dari segi perurutan turunnya wahyu, dan bahwa ia turun setelah surah ‘Abasa Wa Tawalla dan sebelum surah asy-Syams.

Tema utamanya adalah uraian tentang keagungan al-Qur’an dan kemuliaan malam al-Qadr di mana ketika itu al-Qur’an diturunkan. Malam al Qadr bobotnya lebih baik daripada 1000 bulan, pada malam itu para malaikat bersama Jibril turun untuk segala persoalan, hingga terbit fajar.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top