Mukaddimah Qur’an Surah 87. al A’la

Surah ini terdiri dari 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah. Kata al-A’la berarti ‘Yang paling tinggi’, diambil dari ayat pertama. Ada juga yang menamainya sebagaimana bunyi ayat pertamanya, yaitu surah Sabbihisma Rabbika al-A‘la atau mempersingkat dengan menamakannya surah Sabbih atau Sabbihisma.

Merupakan wahyu ke-7 yang diterima oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam, yakni sesudah turunnya surah at-Takwir. Bagi yang menilai surah al-Fatihah sebagai surah pertama atau ketiga, maka surah al- A‘la mereka anggap wahyu ke-8.

Ada yang menyatakan bahwa ayat قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ تَزَكّٰىۙ وَذَكَرَ اسۡمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى‌ (ayat 14-15) turun menyangkut shalat ‘Idul Fitri dan zakat Fitrah. Atas dasar itu mereka menduga bahwa sebagian ayat-ayat surah ini turun di Madinah, karena zakat Fitrah dan shalat ‘Idul Fitri baru disyariatkan di Madinah. Pendapat ini tidak didukung oleh banyak ulama, karena kalaupun riwayat itu benar, maka tidak harus dipahami bahwa ayat-ayat tersebut turun setelah hijrah. Bisa saja yang dimaksud adalah bahwa kasus yang dibicarakan, hukumnya atau keterangannya dikandung oleh ayat yang dijadikan Sabab Nuzul.

Menurut sekian banyak riwayat, surah Sabbihisma ini merupakan salah satu surah yang paling disukai (paling sering dibaca) oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam. Beliau membacanya pada rakaat pertama shalat Jumat, shalat led, shalat Witir, dan sesekali beliau membacanya dalam rakaat pertama shalat Maghrib.

Tema utamanya adalah perintah agar selalu bertasbih sebagai bentuk penyucian kepada Allah Subhanahu Wa Ta\’ala. Penetapan keesaan-Nya serta kuasa-Nya mencipta serta memberi tuntunan wahyu kepada para nabi guna menuntun manusia ke jalan yang benar.

Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i tema utamanya adalah menyucikan Allah dari segala yang tidak wajar bagi-Nya, misalnya ketidakmampuan membangkitkan manusia setelah kematiannya, atau mengabaikan makhluk menindas sesamanya tanpa menjatuhkan sanksi terhadap yang menganiaya, atau berfirman tanpa benar dan lain-lain sebagainya.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Sumber utama :

Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.s

Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.

dan sumber lainnya.


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top