Surah ini terdiri dari 4 ayat termasuk golongan surah Makkiyah. Hanya beberapa ulama yang menyebutnya Madaniyah. Kata Quraisy berarti ‘Suku Quraisy’, diambil dari ayat pertama. Merupakan surah ke-29 dari segi perurutan turunnya, sebelum surah at-Tin dan sebelum surah al-Qari‘ah. Ada juga yang menamainya surah Li Ilafi Quraisy.
Tujuan utama surah ini adalah mengingatkan suku yang paling berpengaruh di Mekah, yaitu suku Quraisy tentang betapa besar nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, berupa perlindungan-Nya, kecukupan dan rasa aman, serta berbagai macam nikmat lainnya, yang mestinya mereka syukuri dengan jalan mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Menurut Ibrahim Ibn Umar al-Biqa‘i tujuan utama surah ini adalah membuktikan lawan dari apa yang ditunjuk oleh surah al-Fil yang lalu di mana dibuktikan kebinasaan mereka yang durhaka dan angkuh. Dalam surah ini diuraikan betapa sejahtera mereka yang taat dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta\’ala.
Sahabat Nabi, Ubay Ibn Ka’b Radiallahu Anhu, menjadikan surah ini bagian dari surah yang lalu, yakni surah al-Fil. Karena itu dalam Mushhaf al-Qur’an,yang disusun oleh sahabat Nabi itu, surah ini tidak diawali dengan Basmalah yang merupakan batas pemisah antara satu surah dengan surah sebelumnya.
Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa Sayyidina ‘Umar Ibn Khaththab Radiallahu Anhu. suatu ketika membaca surah Wa at-Tin wa az-Zaitun pada rakaat pertama Maghrib dan pada rakaat keduanya membaca surah Alam tara kaifa bersama dengan surah Li Ilafi Quraisy. (HR. Abdul Razzaq dan Ibn Abi Syaibah melalui ‘Amr Ibn Maimun).
Tetapi pendapat yang menilai kedua surah itu merupakan satu surah saja, tidak didukung oleh ijma‘ (kesepakatan) seluruh ulama, dan karena itu pula semua Mushhaf menuliskan Basmalah, sebagai tanda pemisahan pada awalnya.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Sumber utama :
Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an / M. Quraish Shihab. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Qur’an Karim dan terjemahan artinya / H. Zaini Dahlan, Ahmad Bahauddin Noersalim (Gus Baha). Yogyakarta : UII Press, 1999.
dan sumber lainnya.
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.