Metode WASPAS: Pendekatan Tepat dalam Pengambilan Keputusan Multi-Kriteria

selective focus photo of magnifying glass
Photo by lil artsy on Pexels.com

Dalam dunia pengambilan keputusan, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana harus memilih alternatif terbaik dari sejumlah opsi yang memiliki berbagai kriteria penilaian. Untuk mengatasi kompleksitas ini, berbagai metode pengambilan keputusan multi-kriteria (Multi-Criteria Decision Making / MCDM) dikembangkan. Salah satu metode yang cukup populer dan efektif adalah WASPAS (Weighted Aggregated Sum Product Assessment).

Pengertian WASPAS

WASPAS adalah metode pengambilan keputusan yang menggabungkan dua pendekatan utama, yaitu Sum Model (penjumlahan berbobot) dan Product Model (perkalian berbobot), ke dalam satu kerangka kerja yang holistik. Metode ini dikembangkan oleh Yousef dan Khalil dalam upaya menyederhanakan proses penilaian sekaligus meningkatkan akurasi dalam menentukan peringkat alternatif.

WASPAS bertujuan untuk memanfaatkan keunggulan dari kedua model tersebut—yaitu, kepekaan terhadap kriteria tertentu dari model penjumlahan dan kekuatan dalam mempertimbangkan interaksi antar kriteria dari model perkalian—sehingga menghasilkan penilaian yang lebih seimbang dan akurat.

WASPAS dapat digunakan dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Pemilihan Supplier atau Vendor
    Menilai berdasarkan kriteria harga, kualitas, pengiriman, dan pelayanan.
  • Pengambilan Keputusan Investasi
    Mempertimbangkan risiko, potensi keuntungan, likuiditas, dan faktor pasar.
  • Evaluasi Proyek atau Program
    Menilai efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.
  • Penentuan Lokasi Usaha
    Menggunakan kriteria akses, biaya, pasar, dan sumber daya.

Kerangka Kerja WASPAS

Proses penerapan WASPAS terdiri dari beberapa tahapan utama:

  1. Penentuan Kriteria dan Alternatif
    Identifikasi seluruh kriteria yang relevan dan alternatif yang akan dievaluasi.
  2. Pembobotan Kriteria
    Menetapkan bobot untuk masing-masing kriteria, biasanya berdasarkan metode seperti Analytic Hierarchy Process (AHP), Delphi, atau metode subjektif lain.
  3. Normalisasi Data
    Mengubah nilai kinerja alternatif pada setiap kriteria ke dalam skala yang seragam agar dapat dilakukan perbandingan yang adil.
  4. Perhitungan Nilai Evaluasi Alternatif
    Dua model dihitung secara terpisah:
    • Sum Model (S):Si=j=1nwj×xijdi mana:
      • Si adalah skor dari alternatif ke-i pada model jumlah,
      • wj​ adalah bobot kriteria ke-j,
      • xijxi adalah nilai kinerja alternatif ke-i pada kriteria ke-j.
    • Product Model (P):Pi=j=1n(xij)wjdengan simbol yang sama seperti di atas.
  5. Perhitungan Nilai Gabungan (Q):
    Nilai akhir dari tiap alternatif dihitung dengan menggabungkan hasil dari kedua model tersebut:Qi=λ×SiSmax+(1λ)×PiPmaxdi mana:
    • λ adalah parameter bobot kombinasi (biasanya 0,5 untuk keseimbangan),
    • Smax dan Pmax​ adalah nilai maksimum dari semua alternatif pada masing-masing model.
  6. Peringkat Alternatif
    Alternatif diurutkan berdasarkan nilai Qi dari yang tertinggi ke terendah, sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan.

Keunggulan WASPAS

  • Gabungan Dua Pendekatan: Menggabungkan keunggulan model penjumlahan dan perkalian, sehingga mampu menangani berbagai jenis data dan kriteria.
  • Sederhana dan Efisien: Tidak memerlukan proses komputasi yang rumit, cocok untuk situasi praktis.
  • Fleksibel: Parameter λ dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, memberikan kontrol terhadap penekanan model tertentu.
  • Akurasi Tinggi: Mengurangi kelemahan masing-masing model jika digunakan sendiri.
Keterbatasan WASPAS
  • Ketergantungan pada Bobot Kriteria: Keakuratan hasil sangat bergantung pada penetapan bobot yang tepat.
  • Sensitivitas Parameter λ : Pemilihan nilai λ mempengaruhi hasil akhir; perlu analisis sensitivitas untuk memastikan kestabilan.
Kesimpulan

Weighted Aggregated Sum Product Assessment (WASPAS) merupakan metode pengambilan keputusan multi-kriteria yang efektif dan praktis. Dengan menggabungkan pendekatan penjumlahan berbobot dan perkalian berbobot, WASPAS mampu memberikan penilaian yang seimbang dan akurat, serta mudah diimplementasikan di berbagai bidang. Keunggulan fleksibilitas dan kesederhanaannya menjadikan metode ini pilihan yang baik untuk membantu pengambil keputusan dalam menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian.


Referensi:

  • Yousef, A. A., & Khalil, A. (2017). A new decision-making method based on the integrated approach of AHP and WASPAS. Journal of Multi-Criteria Decision Analysis, 24(2), 131-148.
  • Koç, E., & Çatay, B. (2019). An application of WASPAS method for supplier selection problem. International Journal of Production Research, 57(16), 5177-5194.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi dunia dan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top