Membuat Pertanyaan Terbuka dan Tertutup: Panduan untuk Komunikasi Efektif

question and answer letters and an exclamation and question marks
Photo by Ann H on Pexels.com

Dalam berbagai situasi komunikasi—baik dalam pendidikan, wawancara, diskusi, maupun penulisan—kemampuan untuk membuat pertanyaan yang tepat sangat penting. Dua jenis pertanyaan yang umum digunakan adalah pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Masing-masing memiliki fungsi dan keunggulan tersendiri. B

erikut penjelasan mengenai cara membuat pertanyaan terbuka dan tertutup serta penggunaannya yang efektif.


Pengertian Pertanyaan Terbuka dan Tertutup

Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memungkinkan jawaban yang panjang, detail, dan bebas. Biasanya diawali dengan kata-kata seperti mengapa, bagaimana, apa, ceritakan, jelaskan, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk menggali informasi secara mendalam, memberi ruang bagi responden untuk berbicara secara luas dan ekspresif.

Contoh:

  • Apa motivasi Anda dalam memilih karier ini?
  • Bagaimana pengalaman Anda selama mengikuti pelatihan tersebut?
  • Ceritakan tentang tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi dalam pekerjaan.

Pertanyaan Tertutup
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang mengharuskan jawaban singkat, biasanya berupa iya atau tidak, atau pilihan tertentu. Kata-kata pembuka yang umum digunakan adalah apakah, benar, salah, apakah Anda setuju, dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi spesifik dan cepat.

Contoh:

  • Apakah Anda sudah menyelesaikan tugas tersebut?
  • Apakah Anda setuju dengan kebijakan baru perusahaan?
  • Apakah Anda pernah bekerja di perusahaan lain sebelumnya?

Cara Membuat Pertanyaan Terbuka yang Efektif

Langkah-langkah:

a. Gunakan Kata Pembuka yang Sesuai
Kata-kata seperti mengapa, bagaimana, apa, ceritakan, jelaskan sangat membantu untuk memancing jawaban panjang dan mendalam.

b. Fokus pada Pengalaman atau Pendapat
Pertanyaan harus mengarah pada pengalaman pribadi, pendapat, atau penilaian responden.

c. Jangan Mengarahkan Jawaban
Hindari pertanyaan yang mengandung asumsi atau jawaban tertentu, agar responden merasa bebas mengekspresikan pandangannya.

d. Buat Pertanyaan yang Spesifik namun Terbuka
Meskipun terbuka, pertanyaan harus cukup jelas dan tidak terlalu luas agar jawaban tetap relevan.

Contoh Pertanyaan Terbuka yang Baik:

  • Apa yang memotivasi Anda untuk bergabung dengan organisasi ini?
  • Bagaimana Anda melihat perkembangan industri ini dalam lima tahun ke depan?
  • Ceritakan pengalaman paling berkesan selama bekerja di perusahaan sebelumnya.

Cara Membuat Pertanyaan Tertutup yang Efektif

Langkah-langkah:

a. Gunakan Kata Pembuka yang Tepat
Kata seperti apakah, benar, salah, apakah Anda, membantu untuk mendapatkan jawaban singkat dan pasti.

b. Fokus pada Informasi Spesifik
Pertanyaan harus diarahkan untuk mendapatkan data yang jelas dan langsung.

c. Hindari Pertanyaan Ganda
Pastikan satu pertanyaan hanya menanyakan satu hal agar jawaban tidak membingungkan.

d. Gunakan Pilihan Ganda Bila Perlu
Untuk memperoleh jawaban yang lebih terstruktur, bisa juga dengan menawarkan pilihan tertentu.

Contoh Pertanyaan Tertutup yang Baik:

  • Apakah Anda sudah mengikuti pelatihan tersebut? (Jawaban: Ya/Tidak)
  • Apakah Anda setuju dengan kebijakan ini? (Jawaban: Setuju/Tidak Setuju)
  • Apakah Anda pernah bekerja di bidang ini sebelumnya? (Jawaban: Pernah/Tidak Pernah)

Penggunaan Pertanyaan Terbuka dan Tertutup Secara Strategis

Dalam komunikasi yang efektif, kedua jenis pertanyaan ini harus digunakan secara seimbang sesuai konteks:

  • Pertanyaan Tertutup cocok digunakan untuk mengumpulkan data cepat, memastikan informasi tertentu, atau saat memerlukan jawaban langsung.
  • Pertanyaan Terbuka berguna untuk menggali pendapat, pengalaman, dan wawasan yang lebih dalam.

Contoh Situasi Penggunaan:

  • Saat wawancara kerja, gunakan pertanyaan tertutup untuk menanyakan pengalaman spesifik, lalu pertanyaan terbuka untuk memahami motivasi dan kepribadian kandidat.
  • Dalam diskusi kelas, gunakan pertanyaan terbuka untuk merangsang diskusi, dan pertanyaan tertutup untuk mengonfirmasi pemahaman siswa.

Tips Membuat Pertanyaan Terbuka dan Tertutup yang Baik

  • Sesuaikan dengan Tujuan: Pastikan pertanyaan relevan dengan apa yang ingin diketahui.
  • Hindari Pertanyaan Ambigu: Buat kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan salah pengertian.
  • Jaga Nada yang Ramah dan Profesional: Agar responden merasa nyaman dan terbuka.
  • Uji Coba Pertanyaan: Sebelum digunakan, coba baca kembali dan pastikan pertanyaan mudah dipahami.

Kesimpulan

Membuat pertanyaan terbuka dan tertutup yang efektif adalah keterampilan penting dalam berkomunikasi. Dengan memahami fungsi dan cara membuatnya, kita dapat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan secara efisien dan membangun hubungan yang lebih baik dengan responden. Kunci utamanya adalah menyesuaikan jenis pertanyaan dengan konteks dan tujuan komunikasi sehingga prosesnya menjadi lebih produktif dan bermakna.


Semoga panduan ini membantu Anda dalam meningkatkan kemampuan membuat pertanyaan terbuka dan tertutup yang efektif serta tepat sasaran!

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi dunia dan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah

#membuat pertanyaan terbuka dan tertutup


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top