Asbabun Nuzul At-Taubah 9;84 – Hadis Sahih Bukhari 4672

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/asbabun-nuzul/

Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul At-Taubah 9;84

At-Taubah 9;84

وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنْهُمْ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمْ عَلٰى قَبْرِهٖۗ اِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَمَاتُوْا وَهُمْ فٰسِقُوْنَ ۝٨٤

wa lâ tushalli ‘alâ aḫadim min-hum mâta abadaw wa lâ taqum ‘alâ qabrih, innahum kafarû billâhi wa rasûlihî wa mâtû wa hum fâsiqûn

Janganlah engkau (Nabi Muhammad) melaksanakan salat untuk seseorang yang mati di antara mereka (orang-orang munafik) selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri (berdoa) di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Asbabun Nuzul At-Taubah 9;84

Ketika pembesar munafik bernama ‘Abdullàh bin Ubay meninggal, putranya meminta Nabi menyalati jenazah ayahnya. Nabi pun menuruti permintaan itu. Tidak lama berselang, turunlah ayat di atas sebagai teguran atas tindakan Nabi tersebut.

حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّهُ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَىٍّ جَاءَ ابْنُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَعْطَاهُ قَمِيصَهُ وَأَمَرَهُ أَنْ يُكَفِّنَهُ فِيهِ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي عَلَيْهِ، فَأَخَذَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ بِثَوْبِهِ فَقَالَ تُصَلِّي عَلَيْهِ وَهْوَ مُنَافِقٌ وَقَدْ نَهَاكَ اللَّهُ أَنْ تَسْتَغْفِرَ لَهُمْ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّمَا خَيَّرَنِي اللَّهُ أَوْ أَخْبَرَنِي فَقَالَ ‏{‏اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لاَ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ‏}‏ فَقَالَ سَأَزِيدُهُ عَلَى سَبْعِينَ ‏”‏‏.‏ قَالَ فَصَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَصَلَّيْنَا مَعَهُ ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ ‏{‏وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ‏}

Diriwayatkan dari Ibn Umar: Ketika Abdullah bin Ubai meninggal, putranya Abdullah bin Abdullah datang kepada Rasulullah ﷺ yang memberinya bajunya dan memerintahkannya untuk mengkafani ayahnya dengan baju tersebut. Kemudian beliau berdiri untuk melaksanakan shalat jenazah untuk mayat tersebut, tetapi Umar bin Al-Khattab menarik pakaiannya dan berkata, “Apakah kamu shalat untuknya padahal dia seorang munafik dan Allah telah melarangmu untuk meminta ampunan bagi orang-orang munafik?”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Allah telah memberikan pilihan kepadaku (atau Allah telah memberitahuku) dengan firman-Nya: ‘Apakah kamu, wahai Muhammad, meminta ampunan untuk mereka, atau tidak meminta ampunan untuk mereka, meskipun kamu meminta ampunan untuk mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka.’ (9.80) Kemudian beliau menambahkan, “Saya akan meminta ampunan lebih dari tujuh puluh kali.” Maka Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat jenazah untuknya dan kami pun melaksanakan shalat bersamanya. Kemudian Allah menurunkan: ‘Dan janganlah kamu, wahai Muhammad, shalat (shalat jenazah) untuk siapa pun di antara mereka yang mati, dan janganlah kamu berdiri di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mati dalam keadaan fasik.’ (9.84)

Hadis ini mirip dengan hadis sahih Muslim 2774

Sumber Data Asbabun Nuzul At-Taubah 9;84

Data ini berasal dari hadis sahih Bukhari 4672. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017

hadits.id, quran.com, sunnah.com

Al-Qur’an Kemenag 2019

dan beberapa buku lainnya,-

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top