
Beberapa ayat dalam al-Qur’an memiliki momen tertentu saat turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad Salallahu alaihi wassalam. Berikut adalah Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79
At-Taubah 9;79
اَلَّذِيْنَ يَلْمِزُوْنَ الْمُطَّوِّعِيْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ اِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُوْنَ مِنْهُمْۗ سَخِرَ اللّٰهُ مِنْهُمْۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ٧٩
alladzîna yalmizûnal-muththawwi‘îna minal-mu’minîna fish-shadaqâti walladzîna lâ yajidûna illâ juhdahum fa yaskharûna min-hum, sakhirallâhu min-hum wa lahum ‘adzâbun alîm
Orang-orang (munafik) yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela, (mencela) orang-orang yang tidak mendapatkan (untuk disedekahkan) selain kesanggupannya, lalu mereka mengejeknya. Maka, Allah mengejek mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih.
Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79
Ayat ini turun berkaitan dengan sifat kaum munafik yang selalu saja mengejek para sahabat yang menyedekahkan hartanya sesuai kemampuan mereka.
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، ح وَحَدَّثَنِيهِ بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – أَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ، – يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ – عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ أُمِرْنَا بِالصَّدَقَةِ . قَالَ كُنَّا نُحَامِلُ – قَالَ – فَتَصَدَّقَ أَبُو عَقِيلٍ بِنِصْفِ صَاعٍ – قَالَ – وَجَاءَ إِنْسَانٌ بِشَىْءٍ أَكْثَرَ مِنْهُ فَقَالَ الْمُنَافِقُونَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ صَدَقَةِ هَذَا وَمَا فَعَلَ هَذَا الآخَرُ إِلاَّ رِيَاءً فَنَزَلَتْ { الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لاَ يَجِدُونَ إِلاَّ جُهْدَهُمْ} وَلَمْ يَلْفِظْ بِشْرٌ بِالْمُطَّوِّعِينَ .
Abu Mas’ud melaporkan: Kami diperintahkan untuk memberi sedekah (meskipun kami adalah buruh). Abu ‘Aqil menyedekahkan setengah sha’. Dan ada seorang lelaki datang dengan lebih dari itu. Orang-orang munafik berkata: Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan sedekah orang ini, dan yang kedua tidak melakukan apa-apa kecuali hanya untuk pamer (sedekahnya). Kemudian ayat ini diturunkan: “Orang-orang yang mencela para pemberi sedekah sukarela di antara orang-orang beriman serta orang-orang yang tidak menemukan apa-apa (untuk diberikan) kecuali dengan kerja keras mereka” (9:80). Dan Bishr tidak mengucapkan kata Muttawwi’in.
Hadis ini mirip dengan hadis sahih Bukhari 4668
Sumber Data Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79
Data ini berasal dari hadis sahih Muslim 1018. yang ada dalam buku ASBÀBUN-NUZÙL: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an, Muchlis M. Hanafi (ed.), Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Jakarta, 2017
dan beberapa buku lainnya,-
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79 Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79 Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79 Asbabun Nuzul At-Taubah 9;79
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.