
Zakat Fitrah adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat fitrah memiliki peranan penting dalam membersihkan diri dan harta, serta membantu sesama yang membutuhkan.
Artikel ini akan mengulas tentang pengertian, syarat, keutamaan, dan niatnya agar Anda semakin paham dan bisa menjalankan ibadah ini dengan baik dan benar.
Pengertian Zakat Fitrah
Adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang mampu, saat bulan Ramadan sebelum dilaksanakannya salat Idul Fitri. Secara bahasa, “zakat” berarti suci, tumbuh, berkembang, dan berkah. Sedangkan “fitrah” merujuk pada sifat dasar manusia. Jadi, zakat fitrah adalah zakat yang dilakukan untuk membersihkan diri dari dosa kecil dan kesalahan selama bulan Ramadan.
Kewajiban ini, turun bersamaan dengan disyariatkannya puasa Ramadhan, yaitu pada tahun ke-2 Hijriغah. Ditandai dengan pengangkatan beberapa sahabat sebagai amil zakat yang bertugas menarik zakat dari para muzakki (orang wajib zakat), mendata di Baitul Mal, dan menyalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima zakat (mustahik).
Ketentuan Zakat Fitrah
Syarat Barang yang Digunakan sebagai Zakat Fitrah
Barang yang digunakan sebagai zakat adalah makanan pokok yang biasa dimakan sehari-hari seberat 1 sha. Dalam hal ini ulama berbeda pendapat ukuran 1 sha itu berapa ukuran pastinya dalam kilogram. Namun kisarannya adalah 2,2 sampai 3,8 kg. Di Indonesia, dalam ketentuan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) adalah 2,8 kg beras.
Harga beras yang kita beli diusahakan sesuai atau lebih dari harga makanan pokok yang dimakan sehari-hari. Apabila kita biasa beli beras premium seharga 20.000 maka 20.000 dikali 2,8 adalah 56.000, jangan membeli beras murah seharga 15.000 karena ingin menghemat uang. Sedangkan bagi yang tidak memakan nasi, harganya disesuaikan dengan biaya pokok dari apa yang di makan dalam 1 hari.
Syarat Orang Wajib Zakat Fitrah (Muzakki)
- Beragama Islam
Kewajiban membayar zakat dibebankan kepada setiap muslim dan muslimah secara menyeluruh, seperti sudah baligh atau belum, kaya atau tidak. Sedangkan bagi yang kurang akalnya menjadi tanggungan walinya. Sebagai contoh, orang yang memiliki disabilitas mental tetap bayar zakat, hal ini bisa dibayarkan oleh walinya.
Kecuali, orang disabilitas mental yang tidak memiliki harta dan tidak memiliki wali, barulah ia terbebas dari kewajiban membayar zakat.
Solusi bagi yang kurang mampu, selama anda memiliki makanan pokok maka niatkan zakat diri sendiri untuk diberikan kepada anggota keluarga yang lain. Contoh: Apabila anda memiliki beras 2,8 kg (baik itu beli dari uang sendiri ataupun karena diberi zakat dari orang lain), maka gunakan beras tersebut untuk diniatkan bayar zakat diri anda sendiri dan berikan pada istri. Lalu istri niatkan dan berikan pada anak, dan anak diniatkan (diwakilkan niatnya apabila belum bisa) untuk diberikan pada yang belum membayar zakat. Sampai orang terakhir diniatkan untuk membayar zakat dan diberikan kepada orang yang sudah niat membayar zakat. Sehingga semua anggota keluarga selesai memenuhi bayar zakat.
Kecuali, orang yang pada malam takbiran hanya memiliki makanan pokok kurang dari 1 sha maka ia tidak wajib membayar zakat. - Masih hidup
Mayoritas ulama, memberi ketentuan bahwa seseorang wajib membayar zakat fitrah ketika ia menemui dua waktu wajibnya zakat fitrah: (1) masa/hari terakhir bulan Ramadhan dan sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadhan dan (2) awal bulan Syawal, yakni setelah terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan. Dengan kata lain orang tersebut masih hidup saat adzan maghrib di malam takbiran.
Sehingga apabila orang tersebut meninggal sebelum adzan maghrib di malam takbiran, dianggap tidak wajib bayar zakat, dan apabila sudah dibayarkan sebelum itu, maka dianggap sebagai sedekah. Namun ada juga ulama lain yang berbeda pendapat bahwa selama ia meninggal di bulan Ramadan maka ia tetap perlu membayar zakat.
Menurut pendapat pribadi Admin sebagai bentuk kehati-hatian (boleh diikuti-boleh tidak), apabila ada keluarga meninggal walaupun pada malam pertama Ramadan atau malam pertama dilaksanakan salat tarawih, alangkah baiknya kita sebagai wali tetap membayar. Urusan dianggap sebagai zakat fitrah atau sedekah dari orang yang meninggal, biarlah Allah yang menentukan. Kita hanya membantu membayarkannya sebagai wali saja.
Penerima Zakat Fitrah (Mustahik)
Adapun penerima (mustahik) zakat ada delapan golongan, yaitu: (1) fakir; (2) miskin; (3) amil (orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan zakat); (4) muallaf (orang yang baru masuk Islam); (5) hamba sahaya; (6) orang yang berhutang; (7) fi sabilillah (orang-orang yang berjuang di jalan Allah); dan (8) ibnu sabil (yaitu musafir yang kehabisan bekal)
Niat Membayar Zakat Fitrah
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ لِلّهِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘an nafsî fardhan lillâhi ta’âlâ / “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ لِلّهِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakâtal fitri ‘annî wa ‘an jamî’i mâ yalzamunî nafaqâtuhum syar’an fardhan lillâhi ta’âlâ / “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Doa Ketika Menerima Zakat
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا أبْقَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Âjarakallâhu fîmâ a’toita wabâraka fîmâ abqaita waja’alahu laka tahûran / “Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu”
Keutamaan Zakat Fitrah
Mengapa zakat fitrah sangat penting dan memiliki keutamaan tinggi? Berikut beberapa keutamaannya:
- Membersihkan Diri dan Harta
Membantu membersihkan dosa dan kesalahan kecil selama Ramadan, sehingga kita kembali suci menyambut hari raya. - Mendukung Sesama yang Membutuhkan
Dengan membayar zakat, kita turut membantu mereka yang membutuhkan, mendukung kesejahteraan masyarakat. - Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan
Meningkatkan keimanan dan menumbuhkan rasa syukur serta kedermawanan. - Mendapatkan Pahala Puasa
Allah menahan pahala puasa kita sampai kita membayar zakat.
Manfaat Membayar Zakat Fitrah di Bulan Ramadan
Selain membersihkan diri, membayar zakat fitrah juga memberikan manfaat besar, antara lain:
- Meringankan beban orang miskin dan dhuafa
- Menjalin silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah
- Mendekatkan diri kepada Allah
Kesimpulan
Zakat fitrah adalah ibadah yang wajib dilaksanakan setiap Muslim saat bulan Ramadan menjelang hari raya Idul Fitri. Dengan melaksanakan zakat dengan benar dan tepat waktu, kita tidak hanya kembali fitri, tetapi juga membantu sesama dan mendapatkan pahala dari Allah Mari tingkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan menjalankan zakat fitrah sesuai syariat, agar hari raya kita penuh berkah.
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.