Memakan Makanan yang Halal dan Menghindari yang Haram; Al-Baqarah 2;168

https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/
https://hasanah.info/category/kajian/rukun-iman/kitab-suci/al-quran/

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, memilih makanan yang halal dan menghindari yang haram adalah kewajiban bagi umat Muslim.

Ini sesuai dengan perintah Allah dalam al-Qur’an surah al-Baqarah 2;168 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝١٦٨

yâ ayyuhan-nâsu kulû mimmâ fil-ardli ḫalâlan thayyibaw wa lâ tattabi‘û khuthuwâtisy-syaithân, innahû lakum ‘aduwwum mubîn

Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.

Konteks Ayat: bahwa makanan halal dan baik adalah karunia Allah, sementara mengharamkan sesuatu yang halal atau mengonsumsi yang haram adalah godaan setan yang harus dihindari, karena setan adalah musuh nyata manusia. Ayat ini juga membahas tentang kebiasaan beberapa kaum musyrik (seperti dari suku Tsaqif dan Bani Amir) yang mengharamkan makanan tertentu (seperti kurma atau susu) untuk diri mereka sendiri tanpa dasar dari Allah, padahal makanan itu halal. Mereka juga mengharamkan hewan ternak tertentu (seperti unta bahirah, saibah, wasilah dan ham) berdasarkan takhayul mereka sendiri. 

Apa itu Makanan yang Halal dan Makanan yang Haram?

Makanan Halal adalah makanan yang diizinkan dikonsumsi menurut syariat Islam. Hal ini berdasarkan ketentuan Al-Qur’an dan hadis yang menjelaskan bahan dan proses pengolahan makanan tersebut.

Makanan Haram adalah makanan yang dilarang untuk dikonsumsi karena bertentangan dengan aturan agama Islam. Mengonsumsi makanan haram dianggap sebagai dosa dan harus dihindari demi menjaga keimanan dan kesehatan.

Sedikit Contoh Makanan yang Halal dan Haram yang Perlu Diketahui

Makanan Halal:

  • Daging dari Hewan yang tidak memakan daging seperti Unta, Sapi, Kambing, Ayam, Bebek yang disembelih secara syariat
  • Sayur-sayuran dan Buah-buahan yang bersih dan tidak mengandung bahan haram
  • Produk Olahan Berbasis Susu dan Telur yang berasal dari hewan yang halal
  • Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Makanan Haram:

  • Alkohol dan Minuman Beralkohol
  • Daging Anjing – Babi dan Produk Olahannya, serta binatang buas yang bertaring, dan burung yang memiliki kuku tajam (untuk membunuh mangsanya)
  • Makanan yang Mengandung Bahan Pengawet, Rasa, dan Pewarna dari hewan atau bahan yang diharamkan seperti gelatin dari babi, dan lain-lain
  • Darah, kecuali hati dan limpa dari hewan yang halal
  • Daging dari Hewan yang Halal tetapi Tidak Disembelih dengan Cara Islami, seperti hewan darat yang sudah menjadi bangkai, (kecuali ikan)
  • Makanan Halal yang didapat dari cara yang tidak Halal, seperti makanan hasil curian, membeli dengan uang curian.
  • Setiap hewan yang dilarang oleh syari’at untuk dibunuh seperti semut, lebah, burung hudhud, burung shurod (kepalanya besar, perutnya putih, punggungnya hijau dan katanya biasa memangsa burung pipit), dan katak.
  • Setiap hewan yang diperintahkan oleh syari’at untuk dibunuh  tikus, kalajengking, burung gagak, al-hadaya (mirip burung gagak), anjing (yang suka menggigit), ular, dan tokek.
  • Makanan yang Menjijikkan dan Berbahaya, yang apabila dipandang atau dimakan dapat membuat mual atau muntah, dan menimbulkan penyakit

Tips Memastikan Makanan yang Halal dan Aman dikonsumsi

  1. Periksa Label Halal
    Selalu perhatikan sertifikat halal dari lembaga yang terpercaya. Pastikan label tertempel jelas dan tidak samar.
  2. Beli dari Penjual dan Tempat Makanan yang Terpercaya
    Pilih toko atau restoran yang memiliki sertifikasi halal resmi dan dikenal jujur serta bersih.
  3. Baca Komposisi Bahan dengan Teliti
    Hindari makanan yang mengandung bahan tidak dikenal atau bahan yang berpotensi haram, seperti gelatin dari babi.
  4. Masak Sendiri di Rumah
    Dengan memasak sendiri, kita bisa memastikan bahan dan proses pengolahan sesuai syariat.
  5. Tanya kepada Penjual atau Pengelola Restoran
    Jangan ragu untuk bertanya tentang bahan dan proses penyembelihan makanan.

Pentingnya Menjaga Kehalalan Makanan dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengonsumsi makanan halal dan menghindari yang haram bukan hanya soal mengikuti aturan agama, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan keberkahan hidup. Makanan halal membantu menjaga kebersihan, kesehatan, dan menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.


Kesimpulan

Mengetahui dan memilih makanan halal dan haram merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab setiap Muslim. Dengan memperhatikan label, sumber makanan, dan proses pengolahan, kita dapat menjalani kehidupan yang sesuai syariat sekaligus menjaga kesehatan.

Jadi, pastikan setiap hidangan yang kita santap adalah halal, dan jauhi makanan haram demi keberkahan hidup dan keimanan kita.

Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah


Eksplorasi konten lain dari hasanah.info

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top