
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Saat berpuasa sejak waktu imsak, subuh hingga menjelang adzan magrib kita memang wajib menahan diri untuk tidak makan dan minum. Lantas bagaimana jika kita lupa puasa, dan makan?
Dalam hal ini terdapat hadis sahih Bukhari yang berkaitan dengan hal tersebut, yang bunyinya:
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ” إِذَا نَسِيَ فَأَكَلَ وَشَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ ”.
Abu Hurairah berkata: “Nabi (ﷺ) bersabda: ‘Jika seseorang makan atau minum karena lupa, maka ia harus melanjutkan puasanya, karena apa yang ia makan atau minum telah diberikan kepadanya oleh Allah.'”
Kebolehan Makan dan Minum
Berdasarkan hadis sahih Bukhari 1933 diatas dikatakan bahwa apabila lupa maka kita boleh melanjutkan puasanya, yang berarti kita tidak dinyatakan batal puasa. Tentu ada lupa ada ingat, saat kita kemudian mengingat bahwa kita sedang berpuasa kita tidak boleh melanjutkan makan atau minum tersebut, karena kalau kita melanjutkan makan saat sudah ingat, maka akan tetap dihukumi batal puasanya.
Di sisi lain, kita diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika sakit, sedang musafir (perjalanan jauh), lansia lemah, ibu hamil/menyusui, haid, nifas, orang gila, dan anak kecil. Dengan beberapa konsekuensinya, yaitu membayar fidyah ataupun mengqadha puasa di bulan lain di luar Ramadan.
- Qadha: Mengganti puasa di hari lain diluar bulan Ramadan
- Fidyah: Memberi makan untuk orang miskin selama 1 hari penuh (3x makan)
Berdasarkan hal tersebut, bagi kita yang sudah akil baligh, dianggap dewasa (karena sudah mengalami mens bagi perempuan, atau keluar mani bagi lelaki) dan masih berakal, maka tidak ada yang bebas mutlak dari kewajiban puasa.
Tips untuk Fisik dalam Menjalankan Puasa Ramadan
Agar ibadah puasa Anda berjalan lancar dan penuh berkah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Persiapkan Diri Secara Psikologis dan Fisik
- Menjaga pola makan sehat menjelang Ramadan.
- Mengurangi begadang dan kebiasaan yang tidak bermanfaat.
- Memotivasi diri untuk menjalankan ibadah dengan niat tulus.
Atur Pola Makan Saat Sahur dan Buka Puasa
- Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
- Hindari makanan berlemak dan terlalu manis.
- Minum cukup air untuk menjaga hidrasi tubuh.
Penutup
Puasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual dan kesehatan. Dengan mempersiapkan diri secara matang dan menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, Ramadan akan menjadi bulan yang penuh berkah dan manfaat. Mari tingkatkan ibadah dan amal saleh demi mendapatkan keberkahan Ramadan yang tiada ternilai.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami pentingnya menjalankan puasa Ramadan secara optimal. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga Ramadan tahun ini penuh berkah!
Jika Anda ingin mendapatkan inspirasi spiritual lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi website hasanah.info. Bersama-sama, kita bisa menjalani hidup yang penuh berkah dan hasanah fiddunya wal akhirah,
Eksplorasi konten lain dari hasanah.info
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.